PT Nagabhuana Wonogiri Menjadi Pilot Projek Karantina Tumbuhan Indonesia

0 581

Badan Karantina Pertanian Kementrian Pertanian RI Ibu Ir Banun dan rombongan mengunjungi lokasi pabrik barecore di Manjung Wonogiri.

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Wonogiri dipilih menjadi lokasi proyek percontohan Media Barecore tingkat nasional oleh Badan Karantina Pertanian Kementrian Pertanian RI, Jumat (11/9) dilaksanakan di aula PT Nagabhuana Aneka Piranti 4 Wonogiri.

Penandatangan dan peluncuran Pedoman Penetapan Pihak Ketiga dalam Pelaksanaan Tindakan Karantina Tumbuhan berupa Pemeriksaan Fisik Terhadap Media Pembawa Barecore oleh Badan Karantina Pertanian, dengan membunyikan sirine.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementrian Pertanian RI menjelakan, barecore adalah kayu olahan berbahan baku jenis sengon, sengon laut atau albasiah yang merupakan komoditas ekspor unggulan di Indonesia.

Saat ini negara tujuan ekspor antara lain adalah Korea (RRT), Hongkong, Amerika dan Eropa. Sebelum dieskpor, wajib dilakukan karantina terhadap barang barang ekspor berbahan kayu/tumbuhan/termasuk buah buahan.

Pentingnya karantina bertjuan untuk menjaga kwalitas, efektifitas dan efisiensi atas pengawasan dan pemeriksaan barang-barang yang eksport. “Misalnya ketika sudah diekspor sampai di negara tujuan, ditemukan kutu kayu, maka harus dibongkar semua. Itu yang tidak dikehendaki negara tujuan eksport,” kata Banun.

Di Kabupaten Wonogiri ada pabrik barecore dengan kapasitas produksi cukup tinggi, yakni mampu mencapai 300 kontainer perbulan. Ada dua pabrik barecore di Desa Manjung Kec. Wonogiri dan di Kedunggupit Kecamatan Sidoharjo.

Sementara, Hari Mulyono melalui Winarno staf Sekjen Indonesia Barcore Asosiation (IBcA) menyebutkan, secara nasional, di Indonesia ada 180 perusahaan Barecore. Namun baru separuhnya yang menjadi anggota IbcA.

Produk BareCore di Jawa Tengah diekspor ke negara negara China, Taiwan, Jepang telah mencapai 2.300 kontainer perbulan. Nilai ekonominya rata rata mencapai 17.000 US$ perkontainer atau US$ 39.100.000 perbulan.

“Nilainya mencapai Rp.4 Trilyun lebih perbulan, ini sangat membantu devisa negara, karena itu patut kita dukung dan kita tingkatkan,” ujar Winarno. Kayu olahan tidak tergantikan oleh besi dan atau sejenis plastik. (baguss)

error: Content is protected !!