Cah Wonogiri Juara Nasional Sepatu Roda

0 183
Muhammad Ritter Erland saat tampil pada iven Kejurnas Sepatu Roda Open 2015 di Solo
Muhammad Ritter Erland saat tampil pada iven Kejurnas Sepatu Roda Open 2015 di Solo

INFOWONOGIRI.COM-NASIONAL-Prestasi membanggakan ditorehkan cah Wonogiri alamat di Banaran RT 02 RW 11 Kelurahan Wonoboyo Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Muhammad Ritter Erland (7th) berhasil merebut Juara I Kejuaraan Sepatu Roda Open se Indonesia, di Velodrome Manahan Surakarta, belum lama ini.

Anak lelaki kelahiran Pati 1 April 2008 itu turun di kelas 200 meter, mengalahkan atlet club asal Semarang dan DI Yogyakarta. Anak kelas 2 SDN 1 Wonogiri ini juga bertanding di kelas 100 meter, dan berhasil meraih juara II. “Saya dapat medali emas di kelas 200m, dan perak di kelas 100m. Lawan saya pakai sepatu speed, saya kalah, karena sepatunya standar,” katanya.

Dijelaskan sepatu roda speed itu memiliki tiga roda. Sedangkan sepatu roda standar memiliki empat roda. “Pelatihnya bilang, anak saya, bagus di tekniknya,” kata Nugroho didampingi Ibunya Ny Misrinatun Nugroho. Atas prestasinya itu, Muhammad Ritter Erland dikukuhkan oleh Kepala Sekolah SDN 1 Wonogiri Widodo.

Ngomongin soal oleh raga sepatu roda ini, Erland mengaku atas kemauannya sendiri. Tampa pengaruh orang lain. Untuk urusan latihan dia dibimbing orang tuanya. Ayahnya sering mengajari teknik dengan menunjukan video dari media online. Soal Pemantapan teori dibimbing oleh pelatih Club Rocklis Solo.

Erland masuk club terbilang belum lama, sebulan sebelum mengikuti Kerjurnas. Latihan bersama club -baru- sejak awal puasa Romadhan lalu. Latihan seminggu empat kali, setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.

Guru Panjaskes dan Olahraga SDN 1 Wonogiri, Pardi menambahkan, olahraga sepatu roda di sekolahnya maupun di Wonogiri secara umum terbilang langka peminat. Ketika guru sekolah menawarkan pelatihan, hanya Erland yang berminat mengikutinya. Kebetulan orang tuanya sangat mendukungnya.

Menurutnya olahraga ini baru diminati kalangan terbatas. Yaitu kalangan orang kelas ekonomi menengah. Sebab alat dan biaya latihannya terbilang mahal. Sementara sarana dan prasarana olahraga sepatu roda belum difasilitasi Pemerintah. “Olahraga sepatu roda mulai ada peminat, pemerintah seharusnya menfasilitasi,” katanya. (baguss)

error: Content is protected !!