Menjadi Kepala Sekolah Itu Tidak Berat

0 113
Dra Lulis Ambarwati MPd Kepala Sekolah SMPN 2 Wonogiri.
Dra Lulis Ambarwati MPd Kepala Sekolah SMPN 2 Wonogiri.

INFOWONOGIRI.COM – KOTA – Menjadi kepala sekolah (Kasek) menjadi cita cita (sebagian) guru. Setelah tercapai, ada yang mengatakan menjabat Kasek itu berat. Namun ada yang merasakan, tidaklah berat. Ringan!

Bagi Lulis Ambarwati, tugas tambahan Kasek tidaklah berat. Kenapa? Lulis telah lebih dari 4 kali dipindahtugaskan sebagai Kasek, di SMPN. Dua tahun ini Lulis menjadi Kasek SMPN 2 Wonogiri (2014-sekarang).

Sebelumnya Kasek SMPN 1 Eromoko (2008-2014), SMPN 1 Paranggupito (2007-2008), Kasek SMPN 3 Pracimantoro (2004-2007). “Tahun 2007 Kasek SMPN 3 Pracimantoro, dan mendapatkan tugas mengampu Kasek SMPN 1 Paranggupito,” kata Lulis.

Dari pengalaman mengajar sejak tahun 1988 di SMPN 1 Giriwoyo, sampai saat ini, Lulis merasakan tidak ada yang berat. Karena pekerjaan dilaksanakan dengan senang, iklas dan penuh tanggungjawab. Lebih dari itu, tambahan sebagai Kasek tidak dikerjakan sendiri.

Lalu? “Kita kerja tim. Semua pekerjaan kita kerjaan bersama tim, jadi bagi saya tidak ada yang berat,” ujar Lulis didampingi guru, komite sekolah, sekcam Wonogiri Kota, dan tamu lain jelang kehadiran tim penilaian “Sekolah Sehat”, Rabu (26/8) di kantor SMPN 2 Wonogiri.

Panas matahari, hujan angin dan badai dalam bertugas adalah hal biasa. Ibu dua anak ini sudah merasakan betul indahnya mengerjakan tugas sebagai kasek bersama tim karyawan, guru, komite sekolah, murid dan wali muridnya.

Ada pengalaman indah yang takdapat terlupakan, ketika ia menjadi Kasek SMPN 3 Pracimantoro. Sekolahnya jauh dari rumahnya di Baturetno, waktu itu hujan deras halilintar menyambar-datar menghampiri bumi, hujan terjadi berhari hari, hingga terjadi banjir di Pracimantoro, dia tetap berangkat.

Apa yang terjadi, ketika sampai di sekolah tanggul dan pagar pekarangan sekolahnya jebol akibat hujan deras dan banjir. Pengalaman lain, ketika dinas di SMPN 1 Eromoko, lebih jauh dari rumahnya dibandingkan dengan SMPN 3 Pracimantoro, dia harus menyeberangi WGM, naik gethek.

Sebab jika melalui darat, melewati Wongnoiri Kota dengan jarak tempuh lebih lama, sama saja mengelilingi WGM, maka ia memilih jalan pintas. Apa yang terjadi?. Keselamatan jiwa dan nyawa terancam tenggelam, karena perahu penyeberangan tidak menjamin keselamatanya. (baguss)

error: Content is protected !!