Antisipasi Pencurian Cabe Malam Hari Petani Tidur Di Lahan Pertanian

0 120

tanaman cabe

INFOWONOGIRI.COM-JATISRONO-Sejumlah petani cabe di wilayah persawahan Cale Desa Semen di perbatasan Jatisrono dan Slogohimo resah, menyusul maraknya aksi pencurian cabe yang masih di pohon pada malam hari.

Terlebih kini, harga cabe kian mahal. Hingga menembus angka Rp 50.000 per Kg. Korban pencurian pertama dialami Parso (60th) alamat Dusun Deles RT 07 RW 02 Desa Watusomo Kecamatan Slogohimo, Sabtu malam (8/8) silam.

Cabe rawit merah siap panen di lahan seluas separuh bahu (9 kedok) di sawah Cale Desa Semen Kecamatan Jatisrono ludes. Padahal jika dipanen sendiri bisa mencapai 50kg. Karena sudah dipanen maling, panenan merosot 50%.

“Malinge pinter njupukine dijepruti arang arang ben oraketok dimaling,” ujar Paryanti (38th) anak parso kepada INFOWONOGIRI belum lama ini. Harga cabe rawit merah tembus Rp.50.000/Kg. Cabe hijau muda Rp.20.000/Kg. Sebelumnya berkisar Rp.10.000/Kg.

mbah kani

Lebih kejam lagi, pencurian yang dialami warga Semen di persawahan Cale Desa Semen. Tidak hanya dicepruti, namun sebagian batang pohon dibabati dari pangkal batang.

Untuk mengantisipasi aksi pencurian agar tidak terulang kembali, sejumlah petani cabe berjaga-jaga tanamannya pada siang dan malam hari. Seperti dilakukan Parso dan warga Semen lainya.

Penjagaan tanaman cabe juga dilakukan pengusaha muda Edy Santoso (36th) warga Dusun Sabuk RT 07 RW 03 Desa Gunungsari Kecamatan Jatisrono. Lahan sawah seluas 7000m2 di Gondangsari saat ini ditanami 1.2000 batang.

Pada musim panen ini Edy setiap malam harus tidur di persawahan guna mengamankan cabe miliknya dari aksi pencurian. Menginggat modal bertani cabe yang dikeluarkan cukup banyak. (N420)

error: Content is protected !!