Mengarahkan Anak Menjadi Bupati Lebih Karena Untuk Berdakwah

0 23

hamid dan wawanINFOWONOGIRI.COM-KOTA-H-Adhi Widodo berpendapat, sebagai Bupati itu lebih penting dalam dakwah, lapangan dakwah lebih luas, jika dibandingkan sebagai anggota DPR RI. Selain itu Widodo dan Khatijah sudah dan terus berdoa dan mendorong agar pilihannya benar.

“Saya sudah memberikan suwuk, sebagai syarat meski hanya sak’sen rongsen tetap memberikan modal. Sebagai bentuk kasih sayang terhadap anak-anaknya. Kasih sayang orang tua tidak ada habisnya, meskipun beras saya bawakan ke rumah untuk anaknya,” katanya.

HNY kecil menempuh pendidikan di MI, MTsN, MAN di Pacitan. Prestasi sekolah HNY selalu masuk 5 besar. Kuliah dan Pondok Pesantren di Darul Ulum Jombang. Bekal kuliah pas pasan. Dia irit dan tidak pernah hamburkan uang. Kuliah lancar karena sambil berdagang.

Semua anak-anaknya penurut. Anak anaknya tidak pernah membantah apa perintah orang tua. Semasa remaja Hamid dan adiknya selalu bekerja mencari rumput untuk pakan sapi. Sapi-sapi piarannya itulah yang dijadikan modal untuk membiayai sekolah dan kuliah.

Dia itu patuh pada orang tua. Ayah dan ibunya selalu dikenalkan kepada orang lain, dia selalau bangga mempunyai orang tua, seperti apapun kondisinya. Lalu apa resep menjadi orang tua yang baik dan melahirkan anak-anak yang sholeh/sholehah?

Adhi Widodo selama istrinya hamil, dia selalu menyempatkan membaca Al Quran Surat Luqman setelah shalat magrib. Shalat wajib lima waktu selalu dikerjakan dengan berjamaah di masjid, ditambah shalat sunat sebelum dan sesudah shalat wajib.

“Apapun pekerjaanya, ketika mendengarkan adzan bergegaslah ke masjid, dan lakukan shalat dengan berjamaah. Meskipun sedang merumput atau mencangkul, begitu dengar adzan dia pasti bergegas ke masjid,” kata Siti Khatijah.

Kemudian tidak selalu melaksanakan shalat tahajud pada sepertiga malam tearkhir. Shalat dhuha selalu dikerjakan. Membaca Al-quran (tadarus) tartib dikerjakan sebelum atau setelah shalat rawatib. Utamanya pasca shalat magrib sampai isya, dan subuh sampai dhuha.

Amalan lain puasa sunah Senin, Kamis, dan puasa setiap pertengahan bulan pada tanggal 13, 14 dan 15 dikenal dengan istilah puasa ayyaumil bidh (hari hari putih) saat bulan terang benderang, dan juga pernah puasa Daud.

Dengan “tirakat” seperti yang dilakukan Adhi Widodo dan Khatijah, mendidikan anak akan lebih mudah, namun masih diperlukan cara lain. Anak harus dibekali ilmu agama, bukan yang lain. “Mendidik anak itu tidak perlu keras, tapi perlu contoh kongkrit,” katanya.[baguss]

Pingback: Get the best Applicant tracking system online.

error: Content is protected !!