Arus Balik, Cek-cok Pengendara Mobil dan Motor Berujung Maut

0 104
Tersangka pengemudi mobil disidik oleh Kanitlaka dan penyidik Unitlaka Satlantas Polres Wonogiri
Tersangka pengemudi mobil disidik oleh Kanitlaka dan penyidik Unitlaka Satlantas Polres Wonogiri

INFOWONOGIRI.COM – KOTA-Gara gara serempetan antara sepeda motor dengan mobil, terjadi perang mulut antara pengendara sepeda motor dengan pengemudi mobil hingga berujung maut bagi pengendara motor. Pengendara motor meninggal dunia setelah pengemudi mobil sengaja menabraknya. Lalu pengemudi mobil kabur. Beruntung polisi berhasil menangkapnya.

 

Insiden itu terjadi di depan Mapolsek Selogiri dan Kantor Koramil Selogiri, Selasa petang (21/7) kemarin. Melibatkan mobil Daihatsu Xenia B-1664-BRT yang dikemudikan oleh Bambang Ari Kustanto (40th) alamat Dukuh Kedemungan RT 13 RW 02, Desa Kloning Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang.

 

Dengan sepeda motor Honda CBR AD 5151 SI yang dikemudikan oleh Wawan Tri Susilo (25) swasta alamat Lingkungan Sanggrahan RT 01 RW 09 Kelurahan Giripurwo Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Susilo yang mempunyai pekerjaan sebagai “informan” ini meninggal dunia akibat mengalami luka di kepala.

 

Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean dan Kasatlantas AKP Sri Ningsih Iriani melalui Kanitlaka Achmad Riedwan Prevost menjelaskan, insiden itu adalah lakalantas tabrak lari antara mobil Xenia dengan pejalan kaki di Jl Wonogiri–Sukoharjo di depan Polsek Selogiri Dusun Josutan RT 02 RW 01, Kaliancar, Selogiri.

 

Kronologisnya, kedua pengendara sama sama dari Wonogiri ke arah Sukoharjo. Posisi Xenia di depan. Honda CBR di belakang. Kira kira 100 meter sisi selatan Mapolsek, terjadi serempetan antara kedua kendaraan itu. Terjadilah cekcok. Wawan mengajak Bambang ke Mapolsek untuk membicarakan soal ganti rugi.

 

Susilo berjalan kaki ke arah Mapolsek. Bambang juga menuju ke Mapolsek. Namun sampai di depan Mapolsek, Bambang tidak berbelok ke halaman Mapolsek. Melainkan memacu mobilnya ke arah Sukoharjo. Mengetahui Bambang kabur, Wawan mengejar dan berteriak mencari perhatian warga dan mengejar mobil Xenia itu.

 

Wawan berhasil memegang spion kanan mobil itu dan memegangi pintu sisi kanan. Kebetulan kaca mobil terbuka, Wawan berusaha merebut kontak mobil dan mematikannya dari luar mobil. Namun gagal. Malah Bambang berhasil memacu mobilnya, akibatnya Wawan terjatuh. Kepalanya membentur aspal dan tersenggol roda belakang.

 

Dia kabur melarikan diri, saat itu korban terjatuh. Sebelum terjatuh dia sempat teriak meminta tolong. Beruntung polisi berhasil mengejar dan menangkap Bambang di wilayah Sukoharjo,” kata Prevost. Bambang kini telah ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran pasal 311 ayat 4 junkto pasal 312 Undang Undang Lalulintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ).

 

Pasal 312 ayat 4 ancaman pidananya penjara maksimal 10 tahun. Serendah rendahnya 3 tahun pidana penjara. Ditanya apa alasan nekad menabrak dan melarikan diri? Bambang menyatakan dirinya terpaksa kabur karena takut. Mobil yang dikendarai Bambang adalah mobil sewa (rental). “Saya takut mas,” katanya. (baguss]

error: Content is protected !!