Puluhan Tahun Mimpi Memiliki Kursi Roda Menjadi Kenyataan

0 114
Wisnu Andriyanto penyandang cacat foto bersama dengan kelauarganya dan pengurus paguyuban penyandang cacat PADIWO
Wisnu Andriyanto penyandang cacat foto bersama dengan kelauarganya dan pengurus paguyuban penyandang cacat PADIWO

INFOWONOGIRI.COM-JATIPURNO-Wisnu Andriyanto memiliki wajahnya tampan. Berkulit putih dan bersih. Rambutnya hitam dan memiliki potongan model anak muda jaman sekarang. Potongan model mandarin, begitu. Ya Wisnu memang masih tergolong muda. Usianya baru 21 tahun.

Wisnu dilahirkan menjadi anak pertama dari dua anak, pasangan ayah Jiyo dan Kasikem. Wisnu tinggal bersama kedua orang tuanya dengan alamat Dusun Mener RT 03 RW 02 Kelurahan Jatipurno Kecamatan Jatipurno, Wonogiri.

Namun nasib Wisnu tidak sebaik adiknya dan pemuda-pemuda lain sebayanya. Jika orang lain telahir sempurnya, memiliki dua kaki. Tidak demikian dengan Wisnu. Wisnu lahir memiliki kelainan bawaan. Dia tidak memiliki kaki sama sekali. Kakinya hanya sebatas lutut.

Sehingga Wisnu tidak bisa berjalan. Kedua orang tuanya sibuk bekerja sebagai buruh tani. Sehingga praktis Wisnu lebih sering tinggal di rumah dari pada keluar rumah. Bahkan lebih banyak berdiam di kamar atau di balai rumah.

Sebab seperti menjadi tugas khusus bagi Wisnu, yaitu tinggal di rumah, menjaga rumahnya ketika kedua orang tuanya dan adiknya beraktifitas keluar rumah. Pada saat-saat seperti itulah, Wisnu merasakan betapa indahnya jika ia bisa berjalan-jalan seperti orang lain.

Wisnu selama ini bisa keluar rumah dengan cara “ngesot”, berjalan dengan cara menyeret pantatnya pada lantai tanah. Sebenarnya Wisnu pernah beberapa kali mengutarakan kepada orang tuanya. Ia ingin memiliki kursi roda. Namun belum pernah terujud.

Mimpi yang telah lama terpendam itu akhirnya menjadi kenyataan. Wisnu mendapatkan hadiah kursi roda dari pengurus paguyuban penyandang cacat, Padiwo Jatipurno. Parlan sebagai pengurus Padiwo mengatakan, kursi roda itu dibeli dari donatur.

Padiwo masih membutuhkan 10 kursi roda, dari belasan penyandang cacat yang memang belum memiliki kursi roda. Perkursi roda Rp.750 ribu. “Hampir sebagian anggota penyandang cacat lahir dari keluarga kurang mampu,” kata Parlan.

Padiwo diketuai oleh Danang, Sugeng Raharjo (sekretaris), Drs H Suharno (Pembina), Sulastri (sekretaris), Susilo (humas), Anggota Sufandi, Parno, Subur, Ahmad, Lutfi, Andreyas, Widodo, Agung Saputro dan Wisnu Andriyanto. (baguss)

error: Content is protected !!