Kasimun , Ketua RT Nyambi Menjadi Pengacara

0 140
Kasimun,  Ketua Rukun Tetangga (RT) RT 01 RW 09
Kasimun, Ketua Rukun Tetangga (RT) RT 01 RW 09

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Umurnya terbilang sudah tidak muda lagi, hampir 70tahun. Namun fisik dan semangat bekerja cukup tinggi. Dialah Kasimun Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di tepi sungai Brangkalan di RT 01 RW 09 Dusun Brangkalan Desa Jaten Kecamatan Selogiri, Wonogiri.

Meski telah pensiuan kurang lebih 5tahun lalu dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri, namun ia tidak mau berhenti berbuat baik, bekerja untuk diri dan orang lain.

Apa saja yang dikerjakan setelah pensiun? Sepekan lalu INFOWONOGIRI mendapatkan kesempatan ngobrol bersamanya. Hampir setiap hari, dia sibuk melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan dan konsultasi hukum pidana dan perdata. Karena memang dia mendirikan Lembaga Bantuan dan Konsultasi Hukum berkantor di rumahnya. Jadi ketua RT nyambi pengacara, atau sebaliknya Pengacara nyambi jadi Ketua RT?

Selain itu, dia adalah Ketua Rukun Tetangga (RT) RT 01 RW 09. Pekerjaan ini, juga tidak pernah ada habisnya. Ada saja masyarakat yang membutuhkan “jasa” Ketua RT. Prinsipnya, jiwa seorang Ketua RT harus peka sosial dan moralnya.

Ada tanah Oro-Oro (OO) milik kas Desa di wilayahnya yang “mangkrak”. Dia manfaatkan untuk balai pertemuan dan gudang. Dia pula yang merintis dan menggerakkan warga agar ikhlas menyisakan uang belanja/jajan untuk membangun gedung seluas 75M2 itu. Dahulunya tanah itu bekas Danyangan yang sering “disalahgunakan” warga. “Butuh sabar dan waktu untuk selalu menjaga silaturahim dengan warga,” katanya.

Gedung dua lantai itu dibangun dari dana pinjaman lembaga keuangan. Mengembalikannya, warga iuran ke kas RT, per-KK Rp.25 ribu/bulan untuk hutang ke bank. Pengerjaannya secara swadaya. Lantai pertama sudah kelar. “Kini giliran lantai 2,” ujar Kasimun.

Selama menjadi RT 3 tahunan lalu, juga pernah dua kali bedah rumah tidak layak huni. Dari dana swadaya dan inisiatif saudara/kerabat di perantauan. Yaitu rumah milik Suratno dan Saminah. “Belum pernah dapat bantuan pemerintah,” katanya. (baguss)

error: Content is protected !!