Waduh…Oknum Wartawan dan PNS Digugat Rp.3 Milyar

2 156
Penggugat Makruf Irianto saat mendaftarkan gugatannya.
Penggugat Makruf Irianto saat mendaftarkan gugatannya.

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Oknum wartawan berinisial THS (47) dan oknum PNS dinas di SMAN 3 Wonogiri Kota berinisial IM (42) digugat membayar kerugian Negara (Pemda Wonogiri) sebesar Rp.1.080.000.000,- dan ditambah kerugian immaterial Rp.1.920.000.000 atau total sekitar Rp.3 Milyar.

Kok bisaaaaa? Kenapaaaa? Karena sepasang suami istri itu dinilai telah menikmati uang negara, dengan mencederai asas-z-asaz keadilan, kejujuran, dan terindikasi melanggar tindak pidana Korupsi Kolusi dan Nepotismen (KKN) terkait status PNS yang disandang oleh IM guru di SMAN 3 Wonogiri.

Gugatan telah didaftarkan ke Kantor Pengadilan Negeri Wonogiri, Senin (25/5) kemarin oleh H. Makruf Irianto SH selaku Ketua Yayasan Pembelaan dan Konsultasi Hukum (YPKH) Wonogiri.

Makruf dalam rilisnya menyebutkan, THS adalah tergugat II (dua) dan IM adalah tergugat III (tiga). Sedangkan tergugat I (satu) adalah Bupati Wonogiri.

Makruf, menjelaskan Pemda Wonogiri tahun 1999-2005 meREKRUT CPNS-D untuk menambah formasi guru di wilayahnya. Bupati Wonogiri dituding lalai menjalankan tugas atau sengaja KKN dengan oknum wartawan dan istrinya itu. “Nama IM (tergugat III) tidak masuk daftar CPNSD. Tetapi diikutkan pemberkasan, diproses dan diberi SK sebagai guru di SMAN 3 Wonogiri,” kata Makruf dalam rilisnya.

Makruf menyatakan tahu masalahnya, karena THS dan IM mengungkit peserta CPNS-D lain. Yaitu CPNS berinisial Gns. Gns disebut memanipulasi data tempat wiyata bakti (WB). Tegugat II melaporkan Gns ke YPKH, bahwa Gns istri oknum yang juga istri oknum wartawan memanipulasi WB di IKIP Veteran Sukoharjo sebagai Tata Usaha. Tetapi dalam syarat pemberkasan WB disebutkan di SMP Veteran Manyaran.

“Ini nyata melawan hukum,” tandas Makruf. Karena saat itu Bupati Wonogiri khawatir dan takut maka tergugat III istri tergugat II, melakukan pemberkasan seolah olah lolos CPNSD. “Ini mencedarai rasa keadilan,” akunya.

Penggugat menyebut THS dan IM tidak jujur. Tidak memberikan contoh baik dan suri tauladan kepada murid dan masyarakat. Juga dinilai merugikan keuangan negara, dan masuk ranah pidana umum dan pidana korupsi.

Penggugat meminta PN Wonogiri untuk menjatuhkan kepada tergugat agar membayar kerugian Kas Pemda Wonogiri (negara) yang telah menggaji, sertifikasi guru, dan gaji ke 13 untuk IM selaku tergugat III, dan immaterial total Rp.3 Milyar. “Ganti rugi dan immaterial itu akan digunakan menangani kekeringan dan sarana olahraga,” kata Makruf. Terpisah THS sudah dikonfirmasi. Tetapi dia menjawab belum tahu jika digugat. (Baguss)

error: Content is protected !!