Terperiksa Penyelidikan Dana KONI 35 Orang

0 58
Kepala DPPKAD Tidak harus bertanggungjawab aliran dana KONI.
Kepala DPPKAD Tidak harus bertanggungjawab aliran dana KONI.

INFOWONOGIRI.COM-KOTA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri terus menyelidiki dugaan korupsi dana APBD 2014 yang dikucurkan untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Wonogiri. Total terperiksa telah mencapai 35 orang.

Sampai akhir pekan ini, Jumt (8/5) Kejari memeriksa tiga orang, dua di antaranya Pengurus Cabang (Pengcab) Olahraga Pertina dan Forki. Namun penyidik Kejaksaan tidak menyebutkan nama-nama terperiksanya. Alasannya, tidak ingat namanya.

“Kita sudah memeriksa sebanyak 35 orang. Pekan lalu dimeriksa 28 Pengcab. Pekan ini tambah dua Pengcab. Sisanya pegawai Dinbudparpora. Besok kita akan memeriksa pejabat DPPKAD,” kata Kajari Wonogiri H. Dwi Setyo melalui Kasi Pidum M Naimullah.

Sementara itu, terpisah, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Wonogiri Haryono menyatakan, salah satu staf DPPKAD sudah ada yang diperiksa di Kejaksaan.

“Sudah ada Staf Bendahara Tidak Langsung yang sudah diperiksa Kejaksaan,” kata Haryono. Jika terjadi korupsi di KONI, staf Bendahara DPPKAD tidak bertanggungjawab. Yang harus bertanggungjawab adalah SKPD pengelola anggaran itu.

Sebab, setiap pencairan dana apapun dan siapapun yang mengajukan pencairan, asalkan dokumennya lengkap maka DPPKAD harus secepatnya mencairkan. Paling lambat  dua hari setelah Surat Perintah Membayar (SPM) masuk ke Kantor DPPKAD.

Penganggaran dana KONI sebesar Rp.750 juta itu termasuk dana hibah dari APBD 2014 melalui APBD Penetapan. Dana tersebut masuk ke rekening  Dinbudparpora Kabupaten Wonogiri.

“Kami hanya mentranfer dari rekening kas daerah ke rekening Dinbudparpora. Soal SPj-nya tanggungjawab KONI ke Dinbudparpora,” kata Haryono. Asal tahu, KONI Kabupaten Wonogiri dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Wonogiri atas dugaan penyimpangan dana APBD Rp.750 juta tahun anggaran 2014.

error: Content is protected !!