Sosok Rahayu Saraswati Ingin Bela Perempuan

0 121
Rahayu Saraswati Anggota Komisi VIII DPR RI
Rahayu Saraswati Anggota Komisi VIII DPR RI

INFOWONOGIRI.COM – KOTA -Nama Rahayu Saraswati cukup populer. Maklum, sebelum menjadi anggota DPR RI, dia terlebih dahulu dikenal sebagai seorang aktris dan juga presenter. Kini perempuan yang terlahir dari kalangan pengusaha besar ini, Hashim Djojohadikusumo aktif sebagai anggota Komisi VIII di DPR RI utusan dari Partai Gerindra.

Nah, Jumat sore (29/5) kemarin, wanita berusia 29 tahun ini berkunjung ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri. Wanita kelahiran 27 Januari 1986 ini didampingi oleh Kepala Program, Evaluasi dan Pelaporan di Bidang Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Murhardjani dan para stafnya.

Wakil rakyat dari Dapil JaTeng 4 ini, disambut oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wonogiri Suwartono dan stafnya, Urip Budi Santoso, Trias Budiono, Noer Noegrohowati. Rahayu mengatakan kehadirannya memang sengaja ingin sekali bertemu dengan Kepala Dinsos.

Apa saja hasil pertemuan dengan Kepala Dinsos Wonogiri. Rahayu menandaskan, kehadirannya merupakan kunjungan kerja pribadi. Meski demikian dia sengaja mengajak staf Kementerian Sosial RI, hususnya bidang Rehabilitasi Sosial.

“Ini semacam kunker pribadi. Saya sudah lama ingin ketemu dengan Kepala Dinsos Wonogiri,” tandas aktris yang mulai populer sebagai pemeran Senja dalam film “Merah Putih”. tujuannya menggali dan crosscheck data masalah sosial.

“Kenapa saya mengajak Staf Menteri di bidang Rehabilitasi Sosial, agar aspirasi masyarakat dapil saya bisa didengar langsung, diperjuangkan dan ditindaklanjuti. Biar on the spot,” katanya didampingi para stafnya, ada Totok Raharjo, Billy Harjanto, Novitasari.

Lebih lanjut, sebagai pribadi bergender perempuan maupun sebagai anggota DPR RI, Rahayu ingin membela hak-hak perempuan. Dari hasil reses, dan kunker sebagai anggota DPR RI, ia sering mendapatkan masukan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tinggi.

Faktor banyaknya kasus KDRT, antara lain masih rendahnya pemahaman istri dan suami mengenai tindak pidana KDRT. Sehingga masalah KDRT dan penanganannya harus banyak disosialisasikan. Para korban harus merasa aman untuk melaporkan kejadian KDRT, namun masalah stigma di masyarakat pun masih tinggi.

Faktor lain masalah latar belakang ekonomi rumah tangga. Menurutnya masih banyak suami yang berperan sebagai kepala rumah tangga yang penghasilannya kurang mencukupi kebutuhan keluarga, sehingga kadangkala ada pelampiasan terhadap orang terdekat, dalam hal ini seorang istri.

“Sebagai aktivis perempuan dan anak, ini merupakan salah satu dorongan saya maju pada awalnya sebagai calon legislator,” katanya. “Mudah mudahan anak saya nanti jadi aktifis, jadi pejuang kebenaran,” pungkas wanita yang tengah mengandung 5,5 bulan ini.[Baguss]

error: Content is protected !!