Kepala Sekolah Nyambi Jualan Es Kucir dan Krupuk Rambak

0 151

 

Kepala Sekolah SMK YISS Jatipurno Mulyadi SPd, ST.
Kepala Sekolah SMK YISS Jatipurno Mulyadi SPd, ST.

INFOWONOGIRI.COM-JATIPURNO-Tidak ada yang sia sia atas apa yang dikerjakan. Tentu dengan niat dan tujuan yang baik dan mulia seperti halnya Kepala Sekolah SMK YISS Jatipurno Mulyadi SPd, ST.

Sosok guru yang dikenal disiplin, tekun, dan ulet. Perjalanan karirnya banyak liku liku, suka duka pengalaman telah dilaluinya. Dengan tekad kuat kini memetik hasil dari jerih payah yang dilaluinya.

Mulyadi (51th) mempunyai istri bernama Karti. Dikaruniai tiga putri. Putri pertama sudah lulus kuliah. Putri kedua sekolah di SMK kelas dua. Putri ketiga kelas 5 SD. Tinggal di Dusun Cuwo RT 01 RW 05 Desa Pandean Kecamatan Jatisrono.

Mulyadi mengenyam pendidikan di SMA YISS Jatipurno (saat ini sudah tidak ada). Melanjutkan kuliah di UNS lulus D3 tahun 1987. Lulus S1 bergelar S.Pd pada tahun 1996 di UNS. Pada tahun 2002 lulus S1 Tehnik non Fakultas Teknik UNMUH Ponorogo.

Kemudian melanjutkan kuliah S2 filial Unifersitas Tribuana Tunga Dewi Malang  Fakultas Agrobisnis. Mulyadi mulai mengajar tahun 1985 di di Solo saat kuliah. Saat itu masih semester IV. Karena kedekatan dengan guru fisika.

Pasca lulus kuliah mengajar di SMA Ibu S. Soemoharmanto Jatipurno mulai tahun 1985 – 1998. Hingga sekolahannya bubar karena tidak mendapatkan murid baru. Saat itu mengajar sebagai guru fisika.

Selain di SMA YISS Jatipurno, dia juga mengajar di SMK Pancasila 2 Jatisrono mulai tahun 1989 sampai 2004. Juga pernah mengajar di SMAN 1 Jatisrono tahun 1989-1992 sebagai guru matematika. Di SMAN 1 Purwantoro sebagai guru elektronik 1 semester.

Pernah juga mengajar di SMPN 3 Jatisrono tahun 1993 1 semester. Di SMK Ristek Nguntoronadi  tahun 1995-1996 mengajar otomotif. Guru WB selama 22 tahun. Selama menjadi guru menyisakan kenangan yang hingga saat ini masih melekat pada dirinya.

Kali pertama mengajar di SMA YISS Jatipurno dengan gaji minim. Untuk menyikapi kebutuhan hidupnya, dia berjualan es kucir. Saat berangkat mengajar ke sekolah berjualan dulu membawa es kucir dititipkan ke warung warung di sepanjang jalan menuju sekolah.

Sepulang mengajar menghampiri warung megnambil uang penjualan es. Sehari Mulyadi dapat mengumpulkan uang penjualan es Rp.100.000. Keuntungannya Rp.40 ribu. Saat itu gaji guru di SMA YISS Jatipurno Rp.20.000,- perbulan.

Pada tahun 1991 menikah Karti gadis Jatisrono. Istrinya itulah yang sehari hari melanjutkan usahanya membuat es kucir dan rambak dijual. “Sore buat es kucir. Malam bungkus rambak. Berangkat jam 5.30 keliling ke toko-toko sepanjang jalan dari rumah ke sekolah berjarak tujuh kilo meter,” ujarnya.

Tahun 2002 hampir putus asa menjadi guru WB. Karena gajinya tidak layak. Saat itu memutuskan untuk menambah pekerjaan dengan berjualan lagi di sore hari. Berjualan buku dan kelontong keliling bersepeda motor Honda grand. Sepedanya masih ada tidak akan dijual.

Mulyadi juga memiliki bengkel mobil, toko besi beton dan rice mile (penggiling padi) dikekola istrinya. SMK YISS Jatipurno dibuka tahun 2001. Saat itu siswa didik 78 anak. Terdiri dari dua kelas. Akhir kelulusan tersisa 76 siswa lulus. Dua siswa drop out.

Mulyadi saat itu ditunjuk sebagai Kepala Sekolah SMK dari Yayasan Ibu S. Soemoharmanto Jatipurno. Karena saat itu guru yang lain menolak menjadi Kasek. Pertama kali berdiri, kegiatan belajar mengajar menempel di gedung SMP YISS Jatipurno.

Prinsip prihatin seperti ayam (Prinsip alam). “Ayam prihatin 21 hari bisa netes,” ujarnya. Mulyadi meyakini dengan kerja keras, tekun, dan ulet doa akhirnya SMK YISS  terus berkembang. Kini SMK YISS Jatipurno memiliki 43 guru dan 15 karyawan. Satu PNS dan yang lain guru WB.

Kini SMK YISS Jatipurno memiliki 939 siswa. Jurusan TKR (Teknik Kendaraan Ringan). TKJ (Teknik Komputer Jaringan). TSM (Teknik Sepeda Motor) masing masing 8 kelas. Tahun 2003 Mulyadi mengikuti tes guru bantu dengan gaji Rp.300.000,- /bln.

Diangkat CPNS tahun 2007 atas dasar guru bantu. Sebagai Kasek ia selalu membuat inovasi demi kebaikan dan kemajuan anak didik. Dia selalu menanamkan sikap disiplin kepada anak didiknya. Semua harus disiplin. Kegiatan belajar harus tepat waktu.

Apabila ada yang terlambat maka tidak bisa masuk sekolah karena pintu ditutup untuk siswa maupun guru. Diharapkan tumbuh sifat disiplin dan tanggung jawab. Seluruh siswanya selalu diberi pembelajaran mental dengan mengajari para siswa untuk bisa berbicara di depan publik (pidato).

Karena menurut Mulyadi berbicara di depan orang banyak tidak semua orang bisa melakukannya. Harapanya anak didik setelah keluar dari SMK YISS sudah dibekali ilmu pidato.

SMK YISS Jatipurno juga bekerja sama dengan pihak perkantoran di Jatipurno untuk menerapkan ilmunya bagi siswa. Siswa otomotif sering praktek service sepeda motor ke SMP di Jatopurno. (N420/baguss)

error: Content is protected !!