Pemukiman Penduduk Tuwon Ngrapah Terisolir Sebulan

0 249

 

Jalan ke pemukiman tertutup longsoran batu dan tanah
Jalan ke pemukiman tertutup longsoran batu dan tanah

INFOWONOGIRI. CO.ID – SLOGOHIMO – Pemukiman Tuwon Ngrapah Desa Stren Kecamatan Slogohimo terisolir sejak sebulan silam. Sampai hari minggu (5/1) warga penduduk setempat tidak bisa melalui satu satunya jalan yang menghubungkan wilayah Ngrapah dengan wilayah pemukiman lainnya.

Hal itu disebabkan akses jalan menuju Tuwon Ngrapah telah tertimbun material tanah bebatuan akibat pembukaan lahan penambangan pasir tras di Dusun Ngrapah Desa setempat. Sejumlah warga setempat mengeluh sedih merasakan kondisi saat ini.

Ironisnya jalan setapak tersebut adalah hasil karya kerja bakti warga penduduk setempat. Jalan setapak tersebut memiliki panjang 1,5Km, lebar kurang lebih satu meter. Sebagian sudah ditlasah (dipasangi batu kali). Sebagian lain masih berupa jalan tanah liat.

Jalan yang tertimbun material kegiatan pertambangan mencapai kurang lebih 20M. Sama sekali tidak dapat dilalui. Warga kwahatir jika melalui tebing dapat mengancam keselamatan jiwa mereka. Pasalnya sekitar jalan yang tertimbun itu terdapat jurang sangat dalam.

Posisi jalan tersebut menyisir melingkar di bibir tebing tiga bukit. Salah satu bukti di Dusun Ngrapah sedang dilakukan pengerjaan penambangan batu tras dan pasir. Posisi Dusun Ngrapah terletak di sisi selatan Gunung Lawu, karena itu lebih dikenal sebagai Lawu Selatan.

Warga penduduk setempat menceritakan, sejarah pemukiman Tuwon Ngrapah ditempati hanya memiliki jalan setapak. Betul betul hanya setapak di bibir tebing perbukitan kaki kaki Gunung Lawu Selatan. Lima tahun belakangan ini, jalan setapak itu telah dilebarkan kurang lebih menjadi satu meter.

“Sudah sebulan lebih kami tidak bisa melewati jalan sama sekali karena material pembuatan jalan dan pembukaan tambang pasir tras di Dusun Ngrapah menimbun jalan dusun ke Tuwon Ngrapah,” kata Midin warga setempat.

Untuk bisa keluar Dusun, Midin harus menempuh 5 Km melalui wilayah Kecamatan Jatipurno. Jika warga setempat akan pergi ke kota Kecamatan Slogohimo, harus menempuh jarak 15 Km, melalui Desa Kembang Kecamatan Jatipurno.

Padahal warga setempat, biasanya hampir setiap hari keluar dari pemukiman Dusun Tuwon Ngrapah menuju ke Pasar Bulu Desa Stren Slogohimo dengan jarak kurang lebih 2Km. Ke pasar dalam rangka menjual kayu bakar dan hasil pertanian.

“Sandang panganne mati mas mergo raiso lewat. Dalane raiso diliwati, kudu muter melewati hutan pinus kalau mau ke pasar pasar Mbulu dengan jarak 5 Km. Wong cilik kayak ngene iki ora digagas,” ujar Midin.

Midin tidak sendirian merasakah pahitnya tidak memiliki akses jalan. Di Dusun Tuwon Ngrapah ditempati oleh 11 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa kurang lebih 36 manusia. Terdiri dari orang tua dan anak-anak. Sebanyak 5 anak di antara pejar SD dan SMK. (N420)

error: Content is protected !!