Prihatin Atas Peristiwa Di Lapas Cebongan Palopo dan Medan ,Bupati dan Muspida Tandatangani MoU

0 53
DANDIM 0728 WONOGIRI, BUPATI WONOGIRI, KAPOLRES WONOGIRI DAN KARUTAN KELAS II B WONOGIRI
DANDIM 0728 WONOGIRI, BUPATI WONOGIRI, KAPOLRES WONOGIRI DAN KARUTAN KELAS II B WONOGIRI

infowonogiri.com-   WONOGIRIKOTA – Bupati Wonogiri H.Danar Rahmanto mengibaratkan bilamana kondisi daerah dalam keadaan kurang aman maka pemangku jabatan tertinggi di wilayahnyalah yang harus menjadi panglimanya. Sekaligus bertanggung jawab atas semua dampak yang terjadi.

Pernyataan ini sekaligus keprihatinan Bupati terhadap beberapa peristiwa di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Cebongan, Palopo, dan Medan.

“Panglima ya kita ini, Bupati, Kapolres, Dandim, dan Kepala Rutan saat wilayah dalam keadaan chaos. Berangkat dari keprihatinan tersebut, kami Pemerintah Kabupaten melakukan kerjasama dengan unsur Kepolisian, Kodim, dan Rutan dalam pemeliharaan keamanan serta peningkatan sistem pengamanan saat kontijensi di lingkungan rumah tahanan negara kelas II B Wonogiri,” jelas Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto, Selasa (17/12) di ruang kerja Bupati.

Kemarin Bupati Wonogiri, Kapolres Wonogiri AKBP Dra. Tanti Septiyani, Komandan Kodim 0728 Wonogiri Letkol Inf. Mirza Eka Junaidi, dan Kepala Rutan Kelas II Wonogiri Oga Giovani Darmawan, S. Sos, SH, M.Si membubuhkan tandatangannya mengawali kesepakatan bersama itu.

Kesepakatan bersama ini diharapkan tidak sebatas semonial saja. “Sinergi dari unsur pimpinan ini tidak bisa dirasakan sehari, seminggu, atau sebulan saja. Tapi mungkin bertahun-tahun baru bisa dirasakan manfaatnya,” imbuh Bupati.

Terkait kerusuhan di lapas yang marak terjadi, Bupati berharap lapas di Wonogiri harus bisa membentuk karakter orang yang tidak baik menjadi baik. Jangan seperti penjara di masa lalu. “Lapas harus bisa memberikan pencerahan, dari yang belum mapan menjadi mapan,” katanya. (N420)

error: Content is protected !!