Kajari Wonogiri : Tidak Ada Manusia Yang Sempurna

0 67
H. Muhaji - Kajari Wonogiri
H. Muhaji – Kajari Wonogiri

infowonogiri.com-WONOGIRIKOTA-Masih hangat dalam ingatan kita. Beberapa hari yang lalu, hampir semua media masa cetak dan elektronik memberitakan aksi unjukrasa yang dilakukan oleh kalangan dokter di Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten/Kota yang lainnya.

Menyikapi aksi yang dilakukan oleh mereka, Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri H. Muhaji SH MH menyatakan bisa memahaminya, baik secara pribadi maupun pejabat penegak hukum dibawah Mahkamah Agung Republik Indonesia.

“Saya bisa mengerti aksi unjukrasa yang mereka lakukan. Itu sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas rekan profesi sesama dokter yang sedang menghadapi proses hukum. Itu juga bentuk dukungan moral terhadap rekannya,” ujar pria asal Lamongan Jatim ini.

Namun secara institusi, alumni Untag Surabaya ini ingin mengingatkan kepada semua pihak tampa terkecuali. Bahwa tidak ada satupun manusia di dunia ini yang sempurna. Tidak ada profesi apapun di dunia yang kebal terhadap hukum. Negara ini negara hukum.

Artinya siapapun yang terindikasi melanggar hukum yang berlaku di Indonesia bisa dipenjara atau dipidanakan. Tak terkecuali, profesi hakim, jaksa, polisi, tentara, pegawai negeri sipil, politisi, pengusaha, rakyat biasa maupun dokter. Dokter juga manusia.

Seperti yang dialami oleh dr Dewa Ayu Sasiary Prawani (DASP) Sp.OG, dr Hendry Simanjuntak Sp.OG dan dr Hendy Siagian Sp.OG dari Manado yang tersandung kasus dugaan malapraktek, tidak mungkin sampai meja hukum tampa ada bukti-bukti yang kuat.

Terpenting dalam hal ini adalah semua pihak harus menyadari dan menghormati hukum. Ambillah pelajaran yang berharga dari peristiwa itu. “Hikmah dalam perkara itu adalah agar manusia isntrospeksi, agar setiap profesi selalu berhati-hati dalam setiap menjalankan tugas,” katanya.

Sekedar informasi, sedikitnya 147 dokter anggota dan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Wonogiri menggelar aksi unjukrasa di kantor DKK Wonogiri dan di DPRD Wonogiri, mereka menolak krminalisasi dokter Dewa Ayu dkk.

Tindakan dr Dewa Ayu dkk pada April 2010 silam di Manado menyebabkan kematian seorang pasien. Sehinga dr Dewa Ayu dkk dipenjarakan. Kini kasus tersebut masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung dan menunggu peninjauan kembali (PK).[Bagus]

error: Content is protected !!