Diduga Mengamuk , Pegawai Pegadaian Jatisrono Disidik Polisi

0 94
kantor Pegadaian Jatisrono
kantor Pegadaian Jatisrono

infowonogiri.com-JATISRONO-Gara gara tak mampu mengendalikan emosi karyawan Kantor Pegadaian Cabang Jatisrono harus berurusan dengan kepolisian setempat, Selasa (24/12) yang bersangkutan dimintai keterangannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Itulah yang sedang dihadapi oleh Sumino karyawan Pegadaian Cabang Jatisrono yang tidak lama lagi memasuki masa pensiun. Ceritanya pada hari Selasa (24/12) lalu datang dua orang petugas supervisi. Saat itu Sumino menghentakkan matris (alat penyegel) di meja kantor. Saking kerasnya benturan batang besi itu mengakibatkan kaca meja pecah.

Saat itu Samino spontan mengumpat “Gara gara kamu aku sengsara,” begitu umpatannya. Suasana saat itu di kantor menjadi tegang. Kemudian dapat diredam sesaat. Salahs atu karyawan Kantor Pegadaian Cabang Jatisrono melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Jatisrono dan ke Kanwil Jateng Semarang.

Kepala Pegadaian Cabang Jatisrono Tri Bambang Sulistiyo membenarkan ada masalah tersebut. Hanya saja, yang bersangkutan tidak berkenan memberikan penjelasan mendetail. Alasannya saat terjadi peristiwa itu, pihaknya sedang tidak berada di kantor. “Masalah ini bukan kewenangan saya. Ini sudah dilaporkan ke Kanwil sepertinya diproses di sana,” katanya.

Terpisah, Kapolres Wonogiri AKBP Dra Tanti Septiyani melalui Kapolsek Jatisrono AKP Suwono SH menjelaskan, bahwa telah menerima laporan dari karyawan Kantor Pegadaian Cabang Jatisrono. Pihak Kanwil Semarang juga sudah dimintai keterangan permasalahan tersebut.

Menurut permasalahan tersebut diduga dipicu karena terjadi ketidakpuasan pada diri terlapor (Sumino). Bawha anaknya pernah bekerja di Kantor Pegadaian Cabang Jatisrono. Diduga anaknya pernah tersansung masalah juga. Setelah permasalahan anaknya diselesaikan, tiga bulan kemudian anaknya dikeluarkan sebagai pegawai Kantor Pegadaian setempat.

“Saat ada supervisi emosi Sumino memuncak. Terjadilah peristiwa tersebut. Sampai saat ini kami masih melakukan penyidikan.  Terlapor kita jerat pasal 406 KUHP tentang pengerusakan barang milik orang lain,” kata Suwono.

Pasal 406 ayat 1 KUHP menyebutkan barang siapa sengaja melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, maka diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak Rp.4.500. (N420)

error: Content is protected !!