16 Siswi SMPN 1 Jatisrono Kesurupan Sebut-sebut Nama Renata

0 622

smp jatisrono

INFOWONOGIRI. CO.ID  – JATISRONO- Belasan pelajar SMPN 1 Jatisrono menangis dan menjerit histeris tampa diketahui penyebabnya secara pasti, Rabu (4/12) siang di ruang kelas, pasca jam istirahat pertama. Sumber INFOWONOGIRI menduga belasan anak anak sekolah kelas VII sampai IX tersebut kesurupan karena kemasukan makluk halus.

Indikasinya, siswi yang kesurupan menyebut nama sebuah nama yang tidak dikenali dengan jelas identitasnya. “Kemungkinan kesurupan makluk ghaib. Anak yang kesurupan menangis dan menjerit histeris sambil menyebut nama sesuatu yang tidak dikenali,” ujar sumber INFOWONOGIRI tampa mau disebutkan identitasnya. Nama yang disebut sebut siswi-siswi yang kesurupan adalah Renata.

Padahal nama Renata tidak ada dalam lingkungan sekolah. Juga tidak ada di luar sekolah. Kejadian itu membuat heboh murid dan para guru sekolah. Awalnya jumlah yang kesurupan hanya satu orang, yaitu Baiti siswa kelas VIIB. Terjadi sekira sekira pukul 10.00 WIB. Kemudian menular ke teman sekelas, lalu menular ke kelas lain, yaitu kelas VIII dan IX. Total 16 siswi semua perempuan.

Menyikapi hal tersebut, pihak sekolah mengambil inisiatif menenangkan siswi-siswi yang kesurupan dengan membacakan doa dan ayat-ayat suci Al Quran. Upayanya membuahkan hasil. Siswa yang kesurupan tenang. Kemudian dipulangkan sekira pukul 11.30 WIB. Sementara ratusan siswa yang lainnya dipulangkan sekira pukul

12.00 WIB, atau 45 menit lebih awal dari biasanya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Jatisrono, Gino membenarkan siswi-siswinya mengalami seperti kesurupan. Soal sebabnya, Gino tidak mau berspekulasi soal penyebabnya. “Jika orang lain berpendapat, penyebab kesurupan karena ada pembangunan gapura dan gedung dua lantai, itu silahkan saja. Bagi saya itu tidak ada hubungannya,” katanya.

Terpenting baginya, saat terjadi peristiwa itu, pihak guru sekolah bisa mengambil inisiatif untuk meredakan penyakit itu. “Nanti malam kami akan dzikir bersama warga sekitar di sekolahan. Besok pagi (hari ini red’) dilakukan doa bersama murid-murid,” katanya. Tujuannya adalah mengembalikan mental siswa dan guru agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan (recoferi).

Kapolsek Jatisrono AKP Suwono mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Tanti Septiyani membenarkan atas kejadian itu. “Informasinya ada makluk halus yang menangis dan menjerit misterius memangil-manggil nama Renata,” ujar Kapolsek AKP Suwono. (Nano)

error: Content is protected !!