Oleh-oleh Study Banding 24 Kepala UPT Dinas Pendidikan se Wonogiri Dari Singapura dan Malaysia

0 101
Study banding Kepala UPT Dinas Pendidikan se Kabupaten Wonogiri
Study banding Kepala UPT Dinas Pendidikan se Kabupaten Wonogiri

infowonogiri.com-WONOGIRIKOTA-Belasan dari 25 Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan se Kabupaten Wonogiri berkumpul  di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri Jumat (22/11) membahas hasil Study Banding di negeri jiran Malaysia dan Singapura.

Ketua Paguyuban Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan se Kabupaten Wonogiri Drs Tarmanto MM menceritakan bahwa di negeri jiran Malaysia sangat berbeda dengan kondisi di tanah air. Di sana tingkat kesadaran penduduknya sangat tinggi.

Kunjungan ke dua negara berlangsung selama dua hari. Banyak perbedaan dari segi sosial, ekonomi, politik dan budaya dengan negara Indonesia. Di setiap sudut sudut jalan kota banyak ditemukan poster yang berisi pesan pesan nasionalisme.

Penguna jalan pun tidak ada yang melanggar tata tertib lalulintas. Semua berjalan tertib. Pengendara kendaraan selalu mematuhi peraturan rambu rambu lalu lintas. Pejalan kaki pun mendapatkan perlakuan khusus yang nyaman. Tidak ada pedagang kaki lima di trotoar.

Tingkat kesadaran terhadap tata tertib sangat tinggi. Ini bisa dilihat dari perilaku orang Malaysia. Tata kota di sana, tertib dan tidak semrawut. Budaya antri di sana sangat tertib. Tidak ada yang ingin mendahului dari jalur kiri.

Orang mengantri selalu sabar menunggu sehingga tercipta suasana yang nyaman. Kalaupun ada yang berusaha menyelonong ingin mendahului dari antrian maka akan ditindak tegas petugas. Sanksi di sana sangat tegas.

Suasana di sana dari sarana dan prasarana sangat diperhatikan untuk keamanan dan kenyamanan. Pada pukul 23.00 WIB  trotoar dibersihkan menggunakan mobil steam dan petugas kebersihan jalan. Tidak ada kotoran berserakan.

Karena jika tidak menjaga kebersihan dan membuang sampah sembarangan maka mendapatkan sangsi membayar denda atau membersihkan lingkunganya dua jam per hari selama sebulan.

Doktrin yang ditanamkan oleh pemerintah kepada masyarakat di sana mencintai dan mengunakan produk dalam negeri sudah terealisasir. Terbukti jarang sekali ada mobil produk luar neger. Yang banyak mobil merek PROTON, karya anak negeri.

Makanan yang dikonsumsi masyarakat setempat kebanyakan produksi dalam negeri. Termasuk produk tekstil selalu tertulis “I Love Malaysia”. Malaysia memiliki lus 700 KM persegi. Dengan penduduk kurang lebih 6 juta jiwa.

“Namun kemajuanya sangat pesat. Padahal kalo sangat minim sumberdaya alamnya, di sana 90% mengandalkan produk jasa. Itu semua karena sumber daya manusia memiliki latar belakang pendidikan bagus,” tandas Drs Tarmanto Ketua Forum Kepala UPT Dinas Pendidikan se Wonogiri.

Pengamatan orang Singapura, penduduk Indonesia terbilang kebanyakan orang kaya. Indikasinya rumah sakit di sana yang opnmae kebanyakan orang Indonesia. “Sedangkan kalo di Malaysia kalau tidak orang kaya tidak bisa masuk rumah sakit,” tambahnya.

Dapat disimpulkan bahwasanya negara maju diawali dari dunia pendidikan. Penanaman sifat disiplin, tangung jawab dan rasa nasionalisme dilakukan sejak pendidikan usia dini. “Karena itu nilai nilai positif itu akan diadopsi dalam pendidikan di Wonogiri,” kata H Siswanto. (N420)

error: Content is protected !!