Besok , 1 Syura Kirab Sembilan Pusaka Keraton Surakarta

0 54
Kirab 1 Syuro | Foto Surakarta.go.id
Kirab 1 Syuro | Foto Surakarta.go.id

infowonogiri.com SOLO – Sebanyak sembilan pusaka Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan dikirab pada malam 1 Syuro, Minggu (4/11) dini hari. Sebelum kirab pusaka dilakukan, akan diawali dengan khol Paku Buwono (PB) X di Bangsal Maligi keraton dengan tahlilal, lalu dilanjutkan persiapan kirab. Mulai dari menyiapakan petugas pembawa pusaka dan kerbau Kyai Slamet.

Kemudian pukul 23.30 WIB pusaka yang terdiri dari tombak dikeluarkan dari keraton untuk dikirab.

Demikian disampaikan Wakil Pengageng Sasono Wilopo Keraton Solo, Kanjeng Pangeran (KP) Winarno Kusumo, saat ditemui di keraton, Kamis (31/10). “Karena kirab 1 Syuro ini sudah rutin digelar setiap penggalan Jawa, jadi persiapan kirab besuk (1 Syura) sudah siap,” kata pria yang akrab disapa Kanjeng Win ini.

Kirab pusaka ini mengambil rute dari keraton, Gladak, Jl Mayor Kusmanto, Jl Kapten Mulyadi, Jl Veteran, Jl Yos Sudarso, Jl Slamet Riyadi dan berakhir di keraton. “Kirap pusaka menyambut kedatangan bulan Syura itu merupakan tradisi yang sudah turun temurun,” paparnya.

Dalam kirab itu, pusaka keraton menjadi bagian utama pada barisan terdepan. Kemudian diikuti para pembesar keraton, kerabat dan jajaran keraton lengkap dengan pakaian adat Jawa dan masyarakat. Adapun sebagai cucuk lampah kirab itu adalah pusaka keraton berupa sekawanan kerbau Kyai Slamet.

“Kenapa hanya sembilan karena untuk menekan pembiayaan yang lebih besar. Soalnya untuk membeli bunga melati sebagai jamasan pusaka dan lain-lainnya anggarannya itu mencapai sekitar Rp1 juta. Disamping itu petugas pembawa pusaka yang mumpuni terbatas. Ya meski jumlahnya banyak,” bebernya. Sehingga dengan jumlah total 13 pusaka keraton hanya sembilan pusaka yang dikirab.

Ia menambahkan, tradisi kirab malam 1 Syura sejak pemerintahan PB X dilakukan setiap malam Jumat dan Selasa kliwon dengan mengambil rute Baluwarti dalem. Pusaka yang dikirab ini namanya kanjeng Kyai Slamet. Kemudian pada masa PB XI kirab 1 Syura dilakukan pada pagi hari. “Soalnya dibawah kekuasaan Belanda, jadi tidak boleh ada kegiatan di malam hari. Semua harus ditiadakan termasuk kirab malam 1 Syuro,” jelasnya.

Namun demikian, setelah Keraton Solo dipimpin PB XII akhirnya kirab malam 1 Syuro dilakukan pada malam hari. “Jadi semua kegiatan kembali seperti semula, tidak ada larangan untuk melakukan aktivitas di malam hari,” ujar dia. Untuk menciptakan keamanan selama kirab berlangsung, pihaknya saat ini akan melakukan koordinasi dengan petugas kemanan. Meliputi Satlantas Polresta Solo, Dishubkominfo, dan perlindungan masyarakat (Linmas).[Zam]

error: Content is protected !!