Abdullah Rabbani Yang Disayangi dan Disayangkan

0 346
Abdullah Rabbani anggota FPKS DPRD Wonogiri
Abdullah Rabbani anggota FPKS DPRD Wonogiri

infowonogiri.com – WONOGIRI -Pengunduran diri Abdullah Rabbani sebagai anggota Komisi A DPRD ii Wonogiri mengejutkan banyak pihak. Seperti dikemukakan oleh pengurus DPD PKS dan anggota Fraksi PKS DPRD Wonogiri, yaitu Drs. H. Hamid Noor Yasin MM dan Ahmad Zarif SE, Rabu (30/10).

“Kami semua anggota dewan menyayangi beliau mas (Abdullah Rabbani, red),” kata Hamid kader PKS yang menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Wonogiri. Namun, Hamid berusaha berpikir moderat. Karena keputusan yang diambil oleh Abdullah Rabbani adalah hak-nya.

“Saya sangat menghormati sikap politik beliau mas. Karena memang beliau sudah lama ingin berkonsentrasi di dakwah non parlemen dan pengembangan ekonomi ummat mas,” tambah pria asli Pacitan ini. Namun secara pribadi maupun institusi, Hamid mengaku sangat menyayangkan sikapnya.

Karena diakui, Abdullah Rabbani banyak memberikan konstribusi pemikiran dan sikap politik yang positif bagi kemajuan pembangunan masyarakat Wonogiri. “Dan rakyat Wonogiri masih banyak membutuhkan kontribusinya dari beliau,” tambahnya lagi.

Hamid yang nyaleg DPR RI ini, hanya bisa mengiringi jalan hidup Abdullah Rabbani dengan doa. “Semoga langkah-langkah beliau kedepan tetap bisa memberikan kontribusi positif bagi rakyat Wonogiri,” katanya. Terkait rencana pergantian antar waktu, akan segera dibahas oleh DPD PKS.

Hal senada dikemukakan Ketua Fraksi PKS Ahmad Zarif SE. Zarif memang tidak terkejut. Namun ia nyaris tidak percaya, Abdullah mengambil langkah mundur sebagai DPRD Wonogiri. “Apa yang tegel tenanan,” ujar Zarif bernada tanya.

“Tapi ternyata betul. Itu perang batin beliau (Abdullah Rabbani), dia ingin mundur sejak dulu. Dia sudah mantap mundur. Rasanya tidak mungkin untuk ditarik lagi,” kata Zarif. Karena itu, Zarif sebagai ketua FPKS, maka ia akan segera mengurus proses PAW.

Harapannya proses PAW dapat diselesaikan hanya dalam waktu singkat, sebulan. Sehingga tidak terjadi kekosongan kursi sesuai tata tertib Dewan. Sebab aturannya, proses PAW tidak boleh lebih dari enam bulan. Selain itu jika tidak diurus maka PKS akan “merugi”.

Proses PAW diajukan oleh induk partai, PKS ke Pimpinan DPRD. Kemudian DPRD mengajukan permohpnan kepada Gubenur melalui Bupati Wonogiri. Permohonan dilampiri dokumen daftar perolehan caleg PKS Pileg 2004 dari Dapil 4 (Jatisrono, Jatiroto, Tirtomoyo, Batuwarno dan Karantengah) ditujukan ke KPD.

Terpisah Setwan DPRD II Wonogiri Drs H Sukiyono MM menyatakan belum menerima surat pengunduran diri dari Abdullah Rabbani.[Bagus]

error: Content is protected !!