Wuih..Sapi Qurban Untuk Sang Jendral Seharga Rp.40 juta

0 44
Sugiarto dan sapi jenis metal seharga Rp.40 juta
Sugiarto dan sapi jenis metal seharga Rp.40 juta

infowonogiri.com – PURWANTORO – Hari Raya Idul Adha 1434 H, diperkirakan akan tiba pada Selasa (15/10) besok. Makin dekat dengan pelaksanaan hari raya Idul Qurban makin meningkat jumlah permintaan terhadap hewan kurban, baik kambing maupun sapi.

Meningkatnya permintaan hewan qurban terjadi sejak awal September lalu. Mulai awal Oktober ini, peningkatan terhadap hewan qurban semakin tinggi. Seperti yang dikemukakan oleh Sugiyarti (48) seorang “blantik” sapi alamat di Desa Ploso Kecamatan Purwantoro.

Dia mengemukakan, pada tahun ini ia memiliki stok sapi hingga mencapai 150 ekor. Sapi-sapi tersebut dibeli secara bertahap dari para petani sejak beberapa bulan pasca Hari Raya Idul Adha tahun lalu. Kemudian sapi-sapi tersebut dirawat agar sehat dan gemuk.

Kemudian sapi-sapi piaraannya dijual menjelang Hari Raya Idul Qurban tahun ini. Sugiyarti tidak hanya menjual sapi menjelang hari raya idul qurban. Tetapi hampir setiap hari Sugiyarti bekerja pedagang daging di pasar Purwantoro, dan beberapa pasar di sekitarnya.

Sebagian lain dagangan sapinya di jual di luar kota. Seperti ke Jogjakarta, Bandung, Jabodetabek dan sekitarnya. Sapi yang dijual bermacam macam jenisnya. Mulai sapi Jawa, Sapi Limosin, Simental, Brahmana dan lain lain.

Harganya bervariasi, mulai dari harga Rp.12 juta sampai Rp.40 juta. Harga termurah ada pada sapi lokal, sapi Jawa. Sedangkan harga termahal ada pada sapi Simental alias sapi Metal. Harga sapi ditentukan oleh umur dan berat badan hidup.

“Saya memiliki sapi Si Metal seharga Rp.40 juta. Sapi ini sudah laku, dibeli oleh seorang jendral di Jogjakarta untuk berqurban tahun ini,” ujar Sugiarto suami dari Sugiarti, saat ditemui di kandang dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) miliknya.

Namun sang jendral tersebut berpesan agar tidak dipublikasikan nama dan identitasnya secara lengkap. Sapi seharga Rp.40 juta itu memiliki berat lebih dari 1 ton. Usia sapi tersebut telah mencapai usia 1,8 tahun, artinya telah memenuhi syarat.

Sementara itu, pantauan dari Petugas Dinas Perternakan Perikanan dan Kelautan sampai saat ini tidak ada temuan sapi gila, sapi antrak, sapi berpenyakitan maupun yang belum cukup umur yang akan untuk berkurban.

“Selama pemantauan tidak ada temuan, baik sapi maupun kambing yang sakit,” ujar Surip Surono petugas kesehatan hewan mewakili Kepala Dinas Nakperla Rully Pramono Retno. Surip memprediksi, pada hari Raya Idul Adha tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.

Alasannya karena kesadaran umat muslim dalam berkurban semakin tinggi. Pada tahun lalu. Jumlah kambing yang dipotong untuk berkurban mencapai sekira 11.000 ekor, sapi ada 2500 ekor. Sedangkan domba mencapai sekira 1700 ekor.[Bagus]

error: Content is protected !!