Warga Paranggupito Berhasil Mengangkat Air Bersih Di Sungai Bawah Tanah

0 91
Kantor Kecamatan Paranggupito ( 1/4) Foto | Bagus
Kantor Kecamatan Paranggupito ( 1/4) Foto | Bagus

infowonogiri.com – PARANGGUPITO – Beberapa orang warga Desa/Kecamatan Paranggupto berhasil menemukan sumber air dari sungai bawah tanah setelah melakukan pengeboran selama sepekan, Minggu (6/10) siang. Sumber air itu ditemukan di kedalaman 60 meter dari permukaan tanah bebatuan di Dusun Bandungan desa setempat.

Rencananya mulai Senin (7/10) sumber mata air akan disedot dan ditampung ke bak penampungan air terdekat. Jika dalam waktu 4 kali 24 jam, sumber mata air tetap deras mengalir, dipastikan sumber mata air itu melimpah, dan mampu untuk mencukupi kebutuhan air bersih penduduk Desa setempat.

Kemudian air akan dialirkan ke rumah-rumah penduduk setempat. Kepala Desa Paranggupito, Suparmo melalui istrinya, mengemukakan bawha pengeboran itu dilakukan sejak 23 September lalu. Pekerja yang melakukan pengeboran adalah sebagian berasal dari warga Giritontro.

Awalnya para pekerja sempat mengalami kesulitan mengebor. Sebab lokasi pengeboran terdiri dari lapisan bebatuan kapur (Karst). Sehingga sulit ditembus. Meski demikian, upaya pengeboran terus dilakukan sampai akhirnya menemukan sumber mata air di bawah tanah.

Dijelaskan, kedalaman mata bor telah mencapai 60 meter. Pada posisi itulah ditemukan sumber mata air. Kemudian pengebor menambahkan pipa sepanjang 6 meter. “Pada kedalaman 66 meter itulah terdapat sungai bawah tanah. Kedalaman sungai bawah tanah itu mencapai enam meter,” kata istri Suparmo, Minggu (6/10).

Namun pengebor masih mendapatkan tantangan lagi. Beberapa kali sumber mata air tersumbat bebatuan kembali setelah pipa bor diangkat. Terpaksa pengeboran diteruskan kembali, sampai batu penyumbat sumber mata air tembus. Rencananya uji coba pengangkatan air akan dilakukan Senin (7/10).

Dengan temuan sumber air sungai bawah tanah ini, diharapkan, penduduk Paranggupito tidak perlu lagi membeli air dengan harga mahal. Saat musim kemarau seperti saat ini, harga air bersih berkisar Rp.120.000-140.000/tangki ukuran 6.000 liter. Makin panjang musim kemarau makin mahal harga air bersih.

Diperoleh informasi, pengeboran itu didanai oleh beberapa sponsor, antara lain yang tergabung dalam komunitas jejaring sosial FB (facebook) (SRW). Sebelumnya diawali dengan penelitian oleh Dr Ari Rustandi, alumni dari perguruan tinggi Jerman, awal September lalu.[Bagus]

error: Content is protected !!