Misran Hadi Sunarto Pahlawan Krisis Air Di Wonogiri Selatan

3 73
Misran Hadi Sunarto
Misran Hadi Sunarto

infowonogiri.com – PRACIMANTORO – Misran Hadi Sunarto (64) –mungkin- layak menjadi figur bagi masyarakat Wonogiri. Hususnya bagi penduduk Wonogiri yang mengalami krisis air ketika musim kemarau melanda. Seperti masyarakat Wonogiri di wilayah selatan. Seperti di Kecamatan Eromoko, Pracimantoro, Giritontro, Giriwoyo dan di Paranggupito.

Mengapa dengan Misran Hadi Sunarto? Baiklah, Misran Hadi Sunarto adalah warga penduduk Sinung Desa Suci Kecamatan Pracimantoro. Misran saat ini adalah pedagang air. “Kios Air” milik Misran terletak di perbatasan Kecamatan Pracimantoro – Giritontro, di tepi Jl Raya Jalur Lingkar Selatan-selatan (JLS). Kios itu diberi nama Tirto Rahino. Trito Rahino artinya air keselamatan.

Stok “Kios Air” milik misran diproduksi dari sumber mata air yang terletak di tegalan atau pekarangan miliknya di Dusun setempat. Tidak jauh dari “Kios Air” miliknya. Dari tepi jalan raya berjarak sekira 100 meter ke selatan. Misran membuat sumur bertujuan ingin mencari sumber mata air. Hasilnya sekali menggali sumur, langsung muncul sumber air yang sangat deras.

Sumur tersebut memiliki kedalaman hanya 7 meter. Ya, 7 meter merupakan sumur dangkal di Wonogiri, terlebih di wilayah Wonogiri sisi selatan. Beberapa sumur di Wonogiri Kota dan Wonogiri Desa rata rata berkedelaman lebih dari 10 meter. Bahkan banyak sumur yang memiliki kedalaman 25 meter, 50 meter bahkan sampai 100 meter. Misalnya sumur bor, atau sumur pantek.

Sumur berkedalaman 7 meter, 3 meter di antaranya berisi air (kedalaman air 3 meter). Meski hanya hanya tiga meter, namun debet airnya cukup deras. Buktinya meski disedot terus menerus setiap hari, stok air dalam sumur tidak pernah habis. Padahal sehari disedot rata rata 100 tengki. Pertengki rata rata 6000 leter. Sama dengan 600.000 liter air perhari.[Bagus]

error: Content is protected !!