Menhan Anggarkan Rp.150 Trilyun Untuk Belanja Kekuatan Pertahanan RI

0 66
Penandatangan prasasti musium keris oleh Menhan Poernomo Yusgiantoro didampingi Begug Pernomosidi dan Danar Rahmanto
Penandatangan prasasti musium keris oleh Menhan Poernomo Yusgiantoro didampingi Begug Pernomosidi dan Danar Rahmanto

infowonogiri.com -WONOGIRIKOTA – Kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini menduduki rangking ke 15 di tingkat Internasional, di bawah Amerika, Rusia, Uni Soviet dan lain lain. Sedangkan di tingkat Asia Pacifik, TNI berada di posisi di tengah-tengah di antara negara negara Asia Pasific.
Diperkirakan beberapa tahun kedepan, rangking kekuatan TNI akan naik dari 15 menjadi sekira 10 di Internasional. Kenaikan rangking tersebut dipengaruhi dari perlengkapan senjata yang telah dimiliki TNI, baik Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU) dan TNI Angkatan Laut (AL). Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro , Senin (21/10) di Musium Keris Indonesia di Wonogiri Jl A Yani 41 Wonogiri.

“Kita sedang membangun kekuatan pertahanan besar besaran, kita sudah mulai sejak lima tahun lalu. Setiap tahun kita belanja pesawat tempur. Kita sudah beli pesawat Sukhoi satu skuadron. Kita suah punya pesawat T-50’s, rencananya satu skuadron. Namun pembelian ini bertahap. Setiap tahun 4 unit, 4 unit, 4 unit,” katanyausai meresmikan Musium Keris Indonesia (MKI) di Wonogiri.

Pria berdarah Jogja ini, membeberkan, T-50’s adalah pesawat tempur udara supersonik. Selain pesawat Sukhoi dan T-50’s yang baru dibeli, TNI AU juga mempunyai pesawat F16, jumlahnya 16 unit. Sebagian telah ditempatkan di Lapangan Udara (Lanud) Iswahyudi, dan di Sumatera, di Malang Jawa Timur dan lain lain. Pesawat lain milik TNI adalah pesawat angkut dan Foker 27 unit.

“Kita anggaran dari negara, total kita dapat anggaran Rp.150 Trilyun,” jawab Purnomo. Dijelaskan, uang belanja pesawat itu dianggarkan dalam lima tahun terakhir. Pertahun dianggarkan Rp.30 Trilyun untuk TNI AU, AD dan AL. “Kekuatan kita semakin berlipat, rangkin di tingkat internasional bisa naik dari 15 sampai rangking 10-an,” harapnya.

Namun membangun kekuatan TNI, bukan dalam rangka melakukan ekspansi ke negara tetangga, apalagi menjajah. Sebaliknya kekuatan TNI dalam rangka mempertahankan kedaulatan negara, NKRI.[Bagus]

error: Content is protected !!