Gara Gara Oknum Nama Baik Institusi Satpol PP Wonogiri Terjatuh

0 119
Kasatpol PP (baju putih) bersama pasukannya doa bersama dalam rangka slup slupan dan syukuran kantor baru pasukan baru
Kasatpol PP (baju putih) bersama pasukannya doa bersama dalam rangka slup slupan dan syukuran kantor baru pasukan baru

infowonogiri.com – WONOGIRI – Karena nira setitik rusak susu sebelanga. Peribahasa ini sepertinya tepat untuk menggambarkan kondisi Kantor Kesatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonogiri. Gara gara Kepala Satpol PP Endrijo Rahardjo tersandung kasus “plat merah” menjadikan mental Satpol PP secara institusi terjatuh nama baiknya.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Satpol PP dan Linmas Waluyo, Jumat (18/10) di koridor kantor Satpol PP dan Linmas Pemda Wonogiri. “Kondisi Satpol PP saat ini seperti ini loh mas,” ujar Waluyo sembari menunjukan jari telunjuk tangan kanannya yang tegak dan lurus ke-atas, kemudian menggerakkan jari telunjuknya melengkung sampai terlipat.

Hal yang sama dikemukakan oleh Sekretaris Satpol PP dan Linmas yang baru, Tariyo. “Kita sedang memperbaiki dan penataan mental SDM, secara internal dulu. Kebetulan banyak pegawai yang baru. Kantor juga masih kita benahi,” ujar Tariyo. Sebelumnya, salah stafnya juga menyatakan penyesalan atas ulah oknum tersebut. “Gara gara satu orang, institusinya hancur,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Kepala Satpol PP Endridjo Rahardjo tertangkap petugas di wilayah Sukoharjo, sedang mengganti plat nomor polisi mobil kendaraan dinas, dari plat merah menjadi plat hitam. Setelah diperiksa di dalam mobil ada penumpang perempuan yang diduga sales promotion girl produk jasa asuransi. Kebetulan TKP penangkapan, di depan Losmen di Sukoharjo.

Atas perbuatan tersebut Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto menjatuhkan sanksi penurunan eselon III A menjadi eselon III B. Jabatan Kepala Satpol PP dipundaknya diberikan kepada Kabag Humas Waluyo. Sementara Endridjo diberi jabatan sebagai Sekretaris Kecamatan Kismantoro. Padahal Endrijo Rahardjo pernah bertahun tahun menjadi Camat Girimarto.

Saat ini lembaga yang ditinggalkan Endrijo naik kelas menjadi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru, sekelas Badan atau Dinas, yaitu menjadi Satpol PP dan Linmas. Dulu pejabat yang menduduki eselon III A kini. Untuk saat ini pejabat yang meduduki jabatan sebagai pimpinanpun harus minimal eselon II B.

Satpol PP dan Linmas saat ini memiliki 43 personil inti (PNS), ditambah 13 pegawai tidak tetap (PTT). Memiliki satu sekretaris dan tiga kepala bidang. Waluyo memiliki program Penegakan Perda, Ketertiban Umum dan Sumberdaya Manusia, Perlindungan Masyarakat. “Personil minim tetapi kinerjanya maksimal,” harapnya.

Waluyo memiliki misi peran Satpol PP dan Linmas Satpol PP dan Linmas ada di mana mana. Atau dibalik, di mana mana ada Satpol PP. Karena memang Satpol PP berperan sangat fital dan harus selalu berada di garda terdepan. Satpol PP dan Linmas kolaborasi dengan BPBD dan Dinsos. Seperti menangani bencana alam. SDM Linmas juga telah ada di Desa/Kelurahan di 25 Kecamatan.

“Jadi tidak ada alasan, Satpol PP dan Linmas harus terdepan,” tandasnya. Waluyo juga akan melengkapi SDM di bidang penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Sebab peran PPNS sangat fital dalam menegakkan Perda. “Inilah PR dari segi fungsi dan administrasi yang harus kita rampungkan,” tandas Waluyo lagi.

Dilihat dari sisi anggaran-pun, jauh meningkat dibandingkan sebelumnya. Anggaran saat ini, dialokasikan dana  APBD sebesar Rp.900 juta. Setelah menjadi SKPD baru, anggaran naik 100 persen, menjadi Rp.1,8 Milyar. Anggaran tersebut karena tugas dan fungsi Satpol PP dan Linmas, kini semakin berat. Antara lain adanya Pilpres dan Pileg 2014.

Jumlah pasukanpun telah ditambah. Alat Dahura (pengendalian huru hara), kenut, tameng, helm telah dimiliki. Mobil operasional ada 4 unit. Truk, Hilux, Kijang pikup. Avanza Veloz. “Soal senjata api tidak perlu. Cukup senjata hati dan senyum,” pungkas Waluyo.[Bagus]

error: Content is protected !!