Diduga Dipicu Pemberitaan Koran, Ratusan Warga Girikikis Giriwoyo Labrak Camat Setempat

0 62
Ratusan Massa Menggeruduk Kantor Camat Giriwoyo
Ratusan Massa Menggeruduk Kantor Camat Giriwoyo

infowonogiri.com – GIRIWOYO  – Ratusan orang yang mengaku berasal dari penduduk Desa Girikikis Kecamatan Giriwoyo menggelar aksi unjukrasa ke Kantor Kecamatan Giriwoyo, Kamis (10/10) siang.

Mereka menuntut Camat Giriwoyo H. Sariman SSos MM untuk tidak membuat pernyataan di media masa dan melarang Camat Giriwoyo blusukan ke wilayah Desa Girikikis, terkait rencana pembangunan pabrik semen di wilayah Kecamatan Giriwoyo.

Prinsipnya, mereka menolak rencana pembangunan pabrik semen atau pertambangan dalam bentuk apapun di wilayah setempat. Pasalnya, mereka merasa khwatir jika ada kegiatan penambangan di wilayahnya akan merusak lingkungan setempat dalam jangka panjang.

Mereka menuding pemerintah tidak pernah melakukan pendekatan dengan masyarakat terkait rencana pembangunan pabrik semen/pertambangan. “Jangan membuat pernyataan melalui melalui media. Camat kami larang bicara melalui media. Sekarang malah terjadi perang spanduk, yang menolak dan yang menerima pabrik semen,” kata salah satu kordinator aksi.

Pendemo berpendapat, sebaiknya Sariman memerankan diri sebagai pamong dan tidak perlu melibatkan langsung rencana pembangunan pabrik semen.

Sementara itu, Camat Giriwoyo Sariman mengemukakan, bahwa aksi unjukrasa itu dipicu oleh pemberitaan salah satu koran lokal Surakarta. Bahwa camat Giriwoyo pernah memberikan statemen yang menyebutkan Penduduk Desa Girikikis telah 100 persen mendukung rencana pabrik semen dimaksud. Mereka juga menilai pemerintah tidak prosedural dalam menerima investor yang akan berinvestasi dalam pembangunan penambangan ini.

Di hadapan sekitar 180 pendemo, Sariman menyatakan tidak pernah membuat pernyataan itu. Yang disebutkan Sariman Desa yang telah 100 persen mendukung rencana pertambangan adalah Desa Desa Ngancar dan Desa Giriwoyo. “Saya tidak pernah bilang penduduk Desa Girikikis sudah 100 persen mendukung pabrik semen, tapi saya sebutkan Desa Ngancar dan Giriwoyo,” tandasnya.

Sariman menyilahkan agar memberikan hak jawab kepada wartawannya. Kalau memang salah korannya atau Sariman yang salah memberikan statemen, agar masyarakat memberikan klarifikasi, atau menuntut secara hukum sekalian. “Kalau memang tidak bisa menerima silahkan memberikan hak jawab, atau menuntut sekalian,” tegas Sariman.

Aksi unjukrasa berlangsung aman. Demonstran hanya melakukan orasi di depan pendopo Kecamatan Giriwoyo. Mereka membentangkan spanduk dan poster bernada penolakan. Pejabat Muspika Kecamatan hadir mengamankan situasi ini.

Terpisah Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto menyatakan bahwa aksi unjukrasa penolakan pabrik semen hanya dilakukan sebagian sedikit penduduk setempat. Bupati juga menilai penolakan itu karena ada pihak-pihak yang menumpangi secara politis. Di sisi lain, menurut Bupati penduduk Giriwoyo yang setuju dan menerima rencana pembangunan pabrik semen atau penambangan di jauh lebih banyak.

“Jika yang menolak ada 1000 orang, yang mendukung rencana pabrik semen di sana ada sekitar 16.000,” tandas Bupati. Jika memang yang menolak jauh lebih banyak dari pada yang setuju, Bupati siap membatalkan proyek itu. Sebab prinsipnya, pabrik itu bertujuan untuk kemaslahatan umat dalam jangka panjang. [Bagus]

error: Content is protected !!