Dewan Masjid Indonesia Droping Hewan Qurban Di Daerah Krisis

0 44
Pemotongan hewan qurban di daerah krisis air dan krisis pangan di Desa Wonodadi Pracimantoro
Pemotongan hewan qurban di daerah krisis air dan krisis pangan di Desa Wonodadi Pracimantoro

infowonogiri.com – PRACIMANTORO – “Sungguh jika umat islam yang mampu (aghniaa), sadar dan mau melaksanakan perintah berkurban dengan sebenar-sebenarnya, maka perlahan tapi pasti kaum fakir miskin berkurang,”   itulah sepenggal mukoodimah oleh pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Wonogiri, Drs H. Ali Yatiman usai memotong hewan kurban di halaman masjid Al Furqon Donoharjo Wonogiri, Selasa (15/10).

Ali Yatiman menjelaskan, bahwa pengurus DMI pada perayaan hari raya idul qurban tahun ini, telah mengirimkan 7 ekor sapi hewan qurban ke daerah krisis air dan krisis makanan di wilayah pedalaman Kabupaten Wonogiri. Seperti di wilayah Pracimantoro, Giritontro dan Paranggupito. Ditambah 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing kurban dari jamaah Wonokarto dan Kedungringin.

Menurut Ali Yatiman, DMI memang baru kali pertama ini melakukan “droping” hewan qurban ke daerah krisi pada tahun ini. Namun Ali Yatiman bersama jamaah masjid Al Furqon Donoharjo telah memulainya sejak beberapa tahun yang lalu. Faktanya masyarakat penerima droping hewan qurban sangat menyambut baik dan gembira.

Pasalnya, pantauan INFOWONOGIRI, yang telah dua kali mengikuti kegiatan amal droping hewan qurban, di daerah krisis air dan pangan di pedalaman Wonogiri, benar benar sangat membutuhkan uluran para aghniaa. Selasa kemarin, takmir masjid Al Furqon mengirimkan 2 ekor sapi ke Dusun Gudang RT 01 RW 05, dan Dusun Salam RT 01 RW 02 Desa Wonodadi Kecamatan Pracimantoro.

Sekedar informasi,  Desa ini, pertengahan Desember tahun lalu, tenggelam oleh air hujan deras akibat luweng (lubang bawah tanah) tersumbat. Di Dusun Gudang hususnya RT 01 RW 05 tidak ada satupun penduduk setempat yang berkurban. Padahal penduduknya 102 KK. Per-KK ratara rata 4 jiwa. Maka, ketika mendapatkan droping satu ekor sapi, mereka sangat bahagia harapan makan enak.

Sementara warga Dusun Salam RT 01 ERW 02 lebih beruntung. Pasalnya penduduknya yang terdiri dari 72 KK sudah ada empat ekor kambing kurban. Itupun huwan qurban dari orang lain. Ditambah satu ekor sapi dari DMI Wonogiri. “Kalau sekarang bisa makan daging sepuasnya mas,” ujar salah satu penduduk setempat.

Di sana, daging hewan qurban semua terbagikan. Kecuali bulu dan srintil kambing (kotorannya). Pasalnya, mulai dari ujung kepala, sampai ekor dan kaki-kakinya dicacah/diolah dan dibagikan kepada warga. Caranya, kambing kurban tidak dikuiti. Melainkan dibakar utuh kemudian dikerik bulunya, baru kemudian dicacah. Istilah disana dikelapa.[Bagus]

error: Content is protected !!