Berkah Kemarau Panjang Bagi Petani, Dari Pada Jual Jagung Lebih Baik Jual Ketebon

0 72
Petani di Wuryantoro Panen Tebon Jagung Karena Nilai Jualnya Lebih Tinggi daripada Jagung
Petani di Wuryantoro Panen Tebon Jagung Karena Nilai Jualnya Lebih Tinggi daripada Jagung

infowonogiri.com – WURYANTORO – Pertengahan bulan Oktober ini menjadi puncak musim kemarau tahun ini. Cuaca di Wonogiri semakin panas menyengat. Di dalam rumah sumuk berkeringat. Beberapa hari belakangan siang maupun malam angin kencang berhembus.

Selama musim kemarau ini, tak hanya air bersih yang menjadi barang  mahal. Bagi petani yang pemelihara hewan ternak,  rumputpun menjadi barang sangat berharga.

Sementara di hutan, di tegalan dan di sawah, tak ada lagi rerumputan. Rerumputan sepertinya sirna nyaris tak berbekas, hangus terbakar teriknya mentari.

Pada saat seperti inilah banyak petani memilih menjual hewan ternaknya. Seperti yang dilakukan oleh sebagian penduduk Wonogiri di wilayah selatan. Seperti Wuryantoro, Eromoko, Pracimantoro, Giriwoyo, Giritontro dan Paranggupito.

Pertimbangannya, hasil menjual hewan ternak dapat untuk membeli air bersih dan kebutuhan sehari-hari. Pertimbangan lain karena semakin sulitnya mendapatkan rumput sebagai bahan pokok pakan ternak.

Kondisi itu ditangkap sebagai peluang oleh Sukatno (56) warga Desa Jati Kecamatan Wuryantoro. Ia menanam jagung di lahan milik Proyek Bengawan Solo (PBS) di sisi selatan Pasar Wuryantoro.

Sukatno telah beberapa kali menanam jagung setiap musim kemarau. Namun ia tidak ingin memanen jagungnya. Melainkan ingin memanen pohon dan daunya. Batang dan daunnya ia jual di pasar hewan. Sebab saat hari pasaran tiba, banyak permintaan daun dan batang pohon jagung ini.

Sukatno tidak sendirian. Beberapa petani yang memiliki lahan di genangan Waduk Gajah Mungkur atau PBS melakukan hal yang sama. Pertimbangan menjual batang dan daunnya jagunh akan lebih menguntungkan dari pada menjual buah jagungnya.

Memanen batang dan daun jagung hanya memerlukan waktu 45 hari. Sementara masa panen buah jagung bisa mencapai 100 hari (3,5 bulan).

Sukatno menjelaskan perikat pohon jagung dan daunnya dijual Rp.5-6 ribu. Seikat kira kira seukuran dua genggam tangan orang dewasa. Sementara harga jagung berkisar Rp.3 perkilogram.[Djarot]

error: Content is protected !!