Bantuan Untuk Warga Sangat Miskin dan Miskin

0 43
Bantuan Mensos di Duwet Psido Jatiroto Wonogiri
Bantuan Mensos di Duwet Psido Jatiroto Wonogiri

infowonogiri.com – JATIROTO – Upaya memotong mata rantai kemiskinan, salah satunya dengan pembangunan rumah tidak layak menjadi layak huni oleh Kementerian Sosial bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) untuk 2,3 juta di 33 provinsi.

“Bagi warga miskin, mendapatkan rumah layak merupakan sebuah kebahagiaan, sehingga kepala keluarga dan penghuninya bisa fokus berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di sela Bedah Kampung di Dusun Duwet Desa Pesido, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (19/10).

Kementerian Sosial (Kemensos) memiliki alokasi Rp 10 juta per rumah untuk 15.000 rumah tidak layak huni. Untuk itu, Menteri Sosial mengapresiasi masyarakat di Kabupaten Wonogiri yang sudah bahu-membahu dalam program tersebut.

“Tentu saja, untuk melaksanakan program tersebut, Kemensos menjalin kerja sama dengan lintas sektor dan pihak-pihak terkait lainnya, ” tandasnya.

Tidak dapat dipungkiri, rumah layak huni merupakan kebutuhan penting bagi warga miskin. Karena keterbatasan ekonomi mereka tidak mampu memenuhinya.

Dalam pembangunan rumah, kata Salim, tidak lepas dari peran aktif masyarakat secara gotong-royong dan semangat kesetiakawanan sosial, dimana hadir keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, pengusaha, tokoh agama dan masyarakat, pemuda, serta aparat kepolisian dan TNI.

“Pengerjaan satu unit rumah dibutuh 5 hari kerja dengan 100 orang pekerja secara gotong-royong, ” ujarnya. Setiap rumah diberikan bantuan Rp 10 juta, yang diperuntukan untuk membeli bahan bangunan. Tapi tetap memperhatikan unsur-unsur teknologi dan sisi arsitektur, misalnya tukang batu, tukang tembok, mandor serta tukang kayu.

“Semangat kebersamaan masih ada di tengah-tengah masyarakat, sebagai cermin dari nilai-nilai kearifan lokal yang terbukti menjadi perekat persatuan dan kesatuhan bangsa,” tandasnya.

Menurut Mensos, tahun ini pihaknya telah membedah kampung di 26 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Sebagian besar di Provinsi Kalimantan Selatan (Banjarmasin), Provinsi Jawa Barat (Lembang, Bekasi, Serang, Pandeglang, Bogor, Sukabumi); Jawa Tengah (Semarang, Wonosobo, Purworejo, Sukoharjo, Banyumas); Jawa Timur (Pacitan, Tulung Agung); Sumatera Barat (Payakumbuh, Padang); Maluku (Tulehu-Ambon); Maluku Utara (Pulau Morotai); Gorontalo (Bone Bolango); Sulawesi Utara (Sangihe, Tomohon, Marampit); Sulawesi Tenggara (Kendari); Sulawesi Tengah (Palu), Bengkulu (Kepahiang).

Selain kunjungan kerja, Mensos memberikan paket bantuan di Kabupaten Wonogiri dan Karanganyar, masing-masing Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk 100 kepala Keluarga (KK) dengan total Rp 1 miliar, sarana lingkungan dua unit dengan total Rp 100 juta, serta bantuan untuk Kelompok Usaha Bersama (Kube) bagi 10 kelompok Rp 200 juta.

Selain itu, juga memberikan bantuan bedah kamar lanjut usia (lansia) 30 unit dengan total Rp 300 juta dan bantuan bagi anak melalui lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) untuk 348 anak Rp. 262.800.000

“Total paket bantuan yang disalurkan Rp 3,1 miliar. Paket bantuan tersebut sebagai komitmen Kemensos dalam akselerasi penanganan kemiskinan dan masalah sosial,”ujarnya. ([Bagus]

error: Content is protected !!