44,44% Persen Penderita HIV Aids Di Wonogiri Bekerja Di Rantau

0 98
Plt Sekda Wonogiri Drs H. Suharno MPd
Plt Sekda Wonogiri Drs H. Suharno MPd

infowonogiri.com – WONOGIRI – Jumlah kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Wonogiri dari tahun 2005-2013 seperti  fenomena gunung es. Tidak terlihat dan terdeteksi sejak awal, namun tiba-tiba selalu mengalami peningkatan jumlahnya.

Jumlah kasus penderita HIV/AIDS di Wonogiri dari tahun 2005-1013 sebanyak 44,44% persen atau 52 orang berasal dari masyarakat yang bekerja di rantau. Proporsi kasus HIV/AIDS adalah 54% penderita meninggal dunia dan sisanya 46% penderita masih hidup.

Di tahun 2005 misalnya, hanya ada 1 penderita HIV/AIDS. Tahun-tahun selanjutnya mengalami kenaikan hingga tertinggi pada tahun 2012 yang mencapai 33 penderita HIV/AIDS. Di tahun 2013 ini, jumlahnya menurun hinga sebanyak 30 penderita HIV/AIDS.

Itu terungkap dalam audiensi program penanggulangan HIV/AIDS di ruang sukses Setda, pekan kemarin. “Permasalahan sosial yang menyertai penderita HIV/AIDS sekarang adalah adanya diskrimasi terhadap penderita oleh masyarakat awam, dan petugas kesehatan,” kata Sekretaris Daerah Drs. Suharno, M.Pd yang membuka acara itu.

Padahal, menurut Perda Provinsi Jawa Tengah nomor 5 tahun 2009 tentang penanggulangan HIV/AIDS, dalam pasal 11 disebutkan bahwa Pemerintah Daerah memfasilitasi orang yang berperilaku resiko  tinggi dan yang terinveksi HIV/AIDS untuk memperoleh hak-hak layanan kesehatan di rumah sakit atau puskesmas setempat dan layanan kesehatan lainnya.

Di RSUD Wonogiri layanan HIV/AIDS yang didapat berupa VCT (Voluntary Counseling and Testing), CST (Care, Support, and Treatment), serta ART (Anti Retrovial Therapy).

Namun yang menjadi permasalahan pengendalian HIV/AIDS di Wonogiri, sebagian penderita HIV/AIDS adalah masyarakat yang tidak memiliki kartu Jamkesmas/Jamkesda.

Bantuan pengobatan dari APBD Kabupaten sebesar Rp.500 ribu per orang per tahun belum mencukupi. “Kita berupaya semaksimal mungkin memfasilitasi penderita HIV/AIDS untuk berobat ke RSUD. Selain itu tentunya juga melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan di setiap desa maupun sekolah,” katanya.[Bagus]

error: Content is protected !!