SDN Giritontro 1: Hidup Semangat Mati Tak Mau

0 43

sd gro 1

infowonogiri.com – GIRITONTRO – Sekolah Dasar (SD) Giritontro 1 menjadi tonggak sejarah dimulainya pendidikan dasar di wilayah Kecamatan Giritontro. SD Giritontro 1 berdiri sejak tahun 1927. Dilihat dari tahun berdirinya, usia sekolah tersebut, saat ini telah mencapai umur 86 tahun.

Sejarahnya, SDN Giritontro 1 didirikan sejak jaman penjajahan Belanda. Waktu itu, di Wilayah Giritontro belum ada sekolahan. Demikian juga di wilayah Paranggupito, Pracimantoro dan Giriwoyo. Sehingga sekitarnya belum ada gedung sekolah dasar.

Sehingga, dibangunlah sekolah induk, yaitu SDN Giritontro 1. Lebih dikenal dengan SD Inpres. Warga Giritontro, Pracimantoro, Giriwoyo dan Paranggupito yang mampu menyekolahkan anak-anaknya, maka dipastikan memasukan anak-anaknya ke SDN Giritontro 1 ini. Jumlah muridnya mencapai ratusan. Itu terjadi terus menerus dalam kurun waktu puluhan tahun.

Seiring perjalanan waktu, banyak bermunculan SD di hampir setiap Desa/Keluarahan di wilayah Kecamatan Giritontro, Giriwoyo, Pracimantoro dan Paranggupito. Di Wilayah Kecamatan Giritontro sendiri, tercatat ada 17 SD. Husus di Kelurahan Giritontro ada empat SD. Yaitu SD Giritontro 1, 2, 3 dan 5.

SDN Giritontro 1 beralamat di Lingkungan Giritontro, Keluarahan Giritontro Kecamatan Giritontro. Tepatnya berada di jantung Kota Kecamatan Giritontro, berada di tepi Jl Raya Giritontro – Giriwoyo – Pracimantoro – Paranggupito.

Kepala SD Giritontro 1 :  Suyono SPd
Kepala SD Giritontro 1 : Suyono SPd

Kamis (12/9) siang, Reporter Portal Berita Wonogiri berkunjung ke SDN Giritontro 1. Kini sekolah ini sepi, jumlah muridnya taklagi mencapai dalam jumlah ratusan anak, mulai kelas 1 – 6. Bahkan tahun ini, tidak ada mencapai 50 anak dari semua kelas, 1 – 6.

Berikut rincian jumlah murid-muridnya perkelas. Dimulai dari kelas 6; 12 anak, kelas 5; 4 anak, kelas 4; 13 anak, kelas 3; 12 anak, kelas 2; 7 anak dan kelas 1; 3 anak. Jumlah total siswa; 49 anak.

Jumlah guru ada 8 orang. Ditambah 3 guru Wiyata Bhakti (WB), 1 petugas Perpustakaan dan 1 penjaga sekolah. Salah satu dari 8 guru mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah. Adalah Suyono SPd.

Suyono tidak ingin sekolah ini mati. Suyono tidak mau sekolah ini diregruping. Ia tidak mau sekolah ini tinggal kenangan. Suyono keberatan jika ada pihak-pihak yang mengatakan “hidup segan mati tak mau” atas kondisi SDN Giritontro 1. Suyono mengaku masih kuat untuk memulihkan kembali kejayaan SDN Giritontro 1.

“Saya yakin tahun depan masih punya peluang mendapatkan murid lebih banyak lagi. Saya tidak mau sekolah ini disebut hidup segan mati takmau,” katanya. (Bersambung)

error: Content is protected !!