Peringati Ulang Tahun, PMI Wonogiri Adakan Donor Darah Massal

0 53

donor darah pmi

INFOWONOIRI.CO.ID – WONOGIRI –  Satu bulan pasca kemerdekaan RI, tepat 17 September 1945 Palang Merah Indonesia ( PMI ) resmi keberadaannya. Genap 68 tahun saat ini, dalam ulang tahun kali ini diperingati dengan menggelar upacara bendera dan dilanjutkan dengan Donor Darah Massal bertempat di Area Markas PMI wonogiri Jl. Gathot Subroto, Wonokarto Wonogiri.

Kepala UTD PMI Wonogiri, dr. Martini Soemarsono, di sela-sela pelaksanaan Donor Darah Massal, mengungkapkan target di hari ulang tahun kali ini adalah 1000 kantong darah tersedot. Nampak sambutan kalangan masyarakat cukup antusias mendonorkan darah demi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Sekretaris PMI Wonogiri, Drs. H. Annajib Tohari, MM menambahkan, bamhwa PMI Wonogiri telah memiliki 102 Paguyuban Pendonor Darah Rutin yang terdiri dari berbagai Ormas/Kelompok yang tersebar se Kabupaten Wonogiri. Dapat dikatakan stok persediaan darah di PMI Wonogiri selalu ada. Permintaan Donor Darah ke PMI Wonogiri setiap bulannya rata-rata mencapai antara 900 sampai 1000 kantong. PMI Wonogiri melayani permintaan warga Wonogiri sendiri, juga melayani permintaan dari luar kabupaten. Seperti dari Pawonsari (Pacitan, Wonogiri dan Wonosari), termasuk dari Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar.

donor darah pmi2
Giyarto (43) dari sebuah Organisasi Sosial Kemasyarakatan, menyambut serta mengapresiasi kegiatan kemanusiaan ini dengan mengerahkan anggota organisasinya untuk mendonorkan darahnya. Demikian pula Sapto Margono ( 65 ) telah genap 50 x mendonorkan darahnya, bahkan saat ini  Sapto Margono dan seluruh anggota keluarganya, setiap 3 bulan sekali selalu mendonorkan darahnya. “Selain untuk menjaga kesehatan juga kebugaran tubuh akan selalu fit,” kata Sapto Margono.

Dalam satu tahun terakhir ini, PMI Wonogiri Unit Transfusi Darah juga menemukan beberapa pendonor yang terindikasi terinfeksi penyakit yang berbahaya. Terbanyak terinfeksi hepatitis B, 1 pendonor yang disinyalir terinfeksi HIV sedang dilakukan penelitian sampel darahnya di Semarang. “Hasil penelitian dan pemeriksaan dari Propinsi belum diketahui,” pungkas dr. Martini Soemarsono.[Djarot]

error: Content is protected !!