Mantan Direktur PDAM Resmi Ditahan

0 58
Kajari Wonogiri Muhaji SH MH
Kajari Wonogiri Muhaji SH MH

infowonogiri.com – WONOGIRI – Mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wonogiri Drs. H Sumadi MM resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Wonogiri, Kamis (12/9) menyusul diterbitkannya Surat Perintah Penahanan (Sprinhan) Kajari Wonogiri Nomor 02/0/O/3/35/Fd/LT.01/09/2013.

Direktur yang pernah menjabat tahun 2009-2010 itu, diduga terlibat dalam perkara korupsi uang perusahaan hampir setengah milyar rupiah. “Tersangka resmi kita tahan karena terlibat kasus korupsi proyek Super Pam PDAM Wonogiri,” ujar Kajari Muhaji SH.MH, hari ini.

Dijelaskan, Super Pam adalah nama salah satu rekanan PDAM Wonogiri. Kajari menyebutkan sebagai kasus Proyek Super Pam. Proyek Super Pam adalah pengadaan peralatan pipa dan aksesoris pada perangkat jaringan PDAM di wilayah Wonogiri. Proyek Super Pam itu memang telah diprogramkan.

Namun, proyek itu tidak dilaksanakan tuntas. Indikasinya, bendahara kantor PDAM telah mencairkan dana kurang lebih Rp.339 Juta. Laporan tanggungjawab penggunaan keuangan tersebut diduga tidak benar. Sehingga terjadi penyimpangan keuangan kas perusahaan oleh beberapa oknum karyawan dan pimpinan PDAM.

Awalnya, kejaksaan mendapatkan informasi, ada pengadaan barang Super Pam, tetapi tidak dikerjakan tuntas oleh pihak ke tiga. Uang perusahaan telah dikeluarkan bendahara. Alasannya untuk membayar barang di Toko. Setelah dilacak ternyata terjadi penyimpangan hingga menimbulkan kerugian perusahaan daerah.

Kajari menambahkan bawha pihaknya telah menentukan tim penyidik yang terdiri dari jaksa penyidik, yaitu Sri Murni yang juga Kasubagbin, Purjio (Kasi Pidana Umum) dan Kasi Datun Jati Intan Pramujayanto. Sumadi ditahan di Rutan Wonogiri sebagai titipan Kejari Wonogiri.

Sumadi ditahan setelah dia datang kali keduanya sebagai calon tersangka. Kemarin Sumadi datang tampa pengacara, sekira pukul 09.00 WIB. Pada pukul 10.00 WIB, diputuskan ditahan. Sumadi, sebelumnya dikabarkan sudah menunjuk penasehat hukum sendiri, yakni Heru Bawono asal Solo.

Namun terjadi miskomunikasi antara tersangka dengan pengacaranya. Heru Bawono dkk mengundurkan diri. Karena Sumadi tampa didampingi pengacara, maka Kejaksaan menunjuk Hari Sulistyono sebagai penasehat hukumnya. Namun Sumadi menolak Hari Sulistyono.

“Sehingga kemarin belum ada pengacaranya, membingungkan. Katanya tersangka akan cari pengacara dari Salatiga,” kata Kasi Intel Rachmat Zahri mewakili Kajari.[Bagus]

error: Content is protected !!