Lima Orang Adukan Dosen Dalam Perkara Jual Beli 5 Unit Mobil

0 33
Ketua LPKSM-KN Jok Pranowo (kiri) dan pelapor kasus penggelapan BPKB bersama Edy Riyanto
Ketua LPKSM-KN Jok Pranowo (kiri) dan pelapor kasus penggelapan BPKB bersama Edy Riyanto

infowonogiri.com – WONOGIRI – Sebanyak lima orang warga Kecamatan Purwantoro mengadukan kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan lima BPKB kendaraan bermotor ke LPKSM Keadilan Nusantara Wonogiri dan ke Polisi, Selasa (17/9) di Satreskrim Polres Wonogiri. Pihak yang diadukan adalah pria berinisial Skn tinggal di Solo, dan kakaknya berinisial Ags seorang dosen Fakultas Teknik di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surakarta, dan Gun adik kandung Skn, tinggal di Jogja.

Kelima pelapor adalah Adi Nugroho (30) warga Desa Kenteng Kecamatan Purwantoro. Adi adalah pemilik mobil nopol AB 9086 AH. Dia membeli mobil seharga Rp.52 juta. Kedua; Karno (40) warga Desa/Kecamatan Purwantoro pemilik Suzuki Real Fun AB 8306 CH seharga Rp.55 juta. Ketiga Heri Purnomo (33) warga Desa Biting Kecamatan Purwantoro pemilik mobil truk mitsubishi Nopol Z 8621 GB seharga Rp.105 juta.

Keempat Dwi Warsoyo alias Mbah Soyo (50) warga Wates Wetan Bangsri Kecamtan Purwantoro, pemilik Suzuki Pic-up Nopol AB 9430 DH seharga Rp.30 juta. Dan kelima adalah Marmaji (40) warga Belang Genteng Kecamatan Purwoantoro, pemilik mobil Carry Pic-up AB 9619 HA seharga Rp.25,5 juta. Kelima orang itu membeli pada tahun antara 2002, 2003, dan 2006.

“Mereka melaporkan kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan BPKB ke LPKSM Keadilan Nusantara Wonogiri. Karena ada indikasi terjadi pelanggaran pidana kita teruskan aduan itu ke Polres Wonogiri,” kata Ketua LPKSM Keadilan Nusantara Joko Pranowo yang juga Caleg PKS di Dapil 3,didampingi Edy Riyanto anggota LPKSM Keadilan Nusatara saat mendampingi pengadu ke Mapolres Wonogiri.

Kronologisnya, kelima orang tersebut pernah membeli masing masing satu unit kendaraan ke pada terlapor. Pembelian dilakukan dengan cara mengangsur. Secara umum pembayaran berjalan lancar, kelima pembeli ini telah melunasi angsurannya. Namun pada saat pelunasan surat berharga (BPKB) kelima kendaraan tidak diberikan oleh pihak terlapor.

Kelima orang itu telah berusaha menemui terlapor untuk meminta BPKB kelima kendaraannya. Namun selalu gagal. “Jangankan dapat BPKB-nya, ketemu orangnya saja tidak bisa, setelah kita adukan ke LPKSM, pernah bisa ketemu, namun jawabannya terlapor tidak jelas, akhirnya kami sepakat mengadukan ke polisi,” tutur Adi Nugroho.

Sementara pihak Kapolres Wonogiri AKBP Tanti Septiyani dan Kasatreskrim AKP Priyo Utomo belum berhasil dimintai konfirmasinya. Salah satu anggotanya menyatakan kasus ini baru diadukan. Polisi akan dipelajari untuk kemudin ditindaklanjutinya.[Bagus]

error: Content is protected !!