Harga “Raja Kaya” Mulai Merangkak Naik Mencapai 50 Persen

0 104
Pasar Sapi Wuryantoro
Pasar Sapi Wuryantoro

infowonogiri.comWURYANTORO – Bulan Dzulqa’dah 1434 Hijriyah atau sering disebut sebagai bulan besar 1946 kalender Jawa, tepatnya tanggal 10 Dzulqa’dah 1434 H yang diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha masih satu bulan lagi. Namun harga-harga komoditas ternak sapi dan kambing di pasaran telah mulai naik.

Kenaikan hewan raja kaya itu berkisar 45% –  55% dari harga normal sebelumnya. Juono (55) pedagang kambing asal Grogol Sukoharjo, memperkirakan harga kambing maupun sapi akan terus merangkak naik sampai mendekati Hari Raya Qurban.

“Rupanya para petani ternak sekarang sudah paham pasaran harga kambing mas, kami ini membeli dari petani ternak harganya sudah tinggi, paling kami hanya mampu membawa pulang 50-60 ribu per ekornya mas” ujar Sriyono Petruk (40) di pasar Wonokarto Wonogiri.

Sementara itu, pantuan Reporter Info Wonogiri dari komuditas harga sapi di Pasar Sapi Wuryantoro, nampak mulai ramai transaksi sapi diperjualbelikan. Harga sapi juga telah mengalami kenaikan.

Ngadimin (60) pedagang sapi dari Dusun Cakaran Desa Sendang Wonogiri, mengatakan, saat ini harga sapi di pasar dan langsung dari petani tidak terpaut jauh. “Kami lebih banyak membeli sapi langsung ke pasar hewan. Langsung kita bawa ke Jakarta yang keuntungannya bisa dua sampai tiga kali lipat,” ujarnya.

Hari Raya Idul Qurban yang tinggal sebulan lagi ini, umumnya para pedagang telah mempunyai tempat dan jaringan di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya.

Sriyanto (57) menambahkan harga sapi lokal yang telah siap disembelih dengan kwalitas unggul saat ini telah mencapai harga Rp.15 – Rp.20 Juta. harga sapi jenis Metal/Australi berkisar Rp.22 – 25 Juta. Harga tersebut terus merangkak naik seiring kian dekatnya Idul Adha. Permintaan sapi maupun kambing juga terus meningkat.

Tahun ini harga komuditas ternak sapi diprediksi cenderung stabil. Mengalami kenaikan hanya pada bulan-bulan tertentu saja. Hal itu berbeda dengan tahun lalu, pada  tahun itu para petani sapi dibuat merugi menyusul merosotnya harga sapi.

Saat itu pemerintah memberlakukan impor sapi dari Australia secara besar-besaran. Namun saat ini pemerintah telah membatasi impor sapi dan daging sapi, sehingga berdapak positif bagi para petani ternak baik sapi maupun kambing.[Djarot]

error: Content is protected !!