Guru Ditugaskan Di Mana Saja Harus Bersyukur

0 47
Karno SPd Mpd Kepala Sekolah SMPN 1 Kecamatan Puhpelem
Karno SPd Mpd Kepala Sekolah SMPN 1 Kecamatan Puhpelem

infowonogiri.com – PUHPELEM – “Saya hanya anak seorang petani desa. Menjadi guru lebih dari sekedar cita cita. Menjadi guru adalah panggilan jiwa. Mengajar ilmu yang bermanfaat adalah amal ibadah yang kekal abadi,” itulah prinsip hidup yang ditanamkan dalam diri seorang Karno, guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Kecamatan Puhpelem.

Pria asli kelahiran Desa Tawangrejo Kecamatan Jatipurno Wonogiri 4 Agustus 1966 lalu itu menambahkan, dengan memegang teguh prinsip dasar tersebut, maka menjadikan dirinya tenang dan iklas dalam menularkan ilmunya kepada anak didiknya. Di manapun ditugaskan. Pria bergelar sarjana pendidikan dan master pendidikan ini memulai karir tidak dengan mudah.

Diawali pada tahun 1989 ikatan dinas di SMP 35 Kodya Bandung sampai tahun 1993. Lalu dipinda ke SMPN 24 Surakarta (sekarang berubah nama menjadi SMPN 26 Surakarta). Pada tahun 2002 dipindah menjadi guru SMPN 2 Jatisrono Wonogiri. Enam tahun menikmati tugas tidak jauh dari rumahnya, kurang lebih hanya 4 Km, Jatipurno-Jatisrono.

Nah, mulai Januari 2008 Karno ditugaskan menjadi Kasek SMPN 1 Paranggupito. Jarak Jatipurno-Paranggupito diperkirakan kurang lebih 100 Km. Karena tidak memungkinkan ditempuh perjalanan setiap hari, Karno memilih tinggal di sekolahan. Seminggu sekali baru bisa pulang ke rumah, terkadang lebih dari seminggu, atau tergantung situasi.

Tetapi yang jelas sering menghabiskan waktunya di jalan. Karena sebagai kepala sekolah, menjadikan ia sering tugas luar kantor. Misalkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten, keluar kota Wonogiri dan tempat tempat lain. “Seperti apapun tugas itu saya menikmatinya. Saya mensyukuri tak pernah sedikitpun tidak bersyukur,” kata suami Tartini SIP pegawai Kecamatan Slogohimo ini.

Waktu memang terus berputar. Tidak lama di wilayah gersang. Dua tahun kemudian dipindahtugaskan di SMPN 1 Puhpelemm berbatasan dengan Kabupaten Magetan dan Ponorogo Jawa Timur. “Sampai sekarang. Di manapun saya tetap menikmati, sampai kapanpun saya tetap akan menyukuri,” ujar sarjana basic matematika ini di UNS dan di UMS.

Karno tinggal bersama istri dan ke empat anaknya di Jatipurno. Anaknya pertama dan kedua putri sudah kuliah. Anak ketiga dan keempat lelaki duduk di SMA dan SMP. Karno memiliki hobi olahraga sepak bola dan membaca.[Bagus]

error: Content is protected !!