Bahan Material Terindikasi Tak Sesuai Sosialisasi

0 36
Proyek embung di Desa Lebak Kecamatan Pracimantoro
Proyek embung di Desa Lebak Kecamatan Pracimantoro

infowonogiri.com-PRACIMANTORO-Sosialisasi dihadiri Muspika, penduduk Dusun Lebak, rekanan dan pegawai Kantor SDA BBWS Bengawan Solo. Saat sosialisasi disampaikan, bahwa pembangunan akan menggunakan batu hitam, dan akan melibatkan peran masyarakat sebagai penyedia batu hitam seperti yang diinginkan proyek. Namun faktanya pembangunan pondasi menggunakan batu kapur atau batu putih.

Fakta lain, rekanan tidak jadi melibatkan masyarakat dalam pengadaan batu sebagai bahan baku untuk pondasi. Sebagai batu putih/gamping didapatkan dari lokasi penggalian calon Embung. “Pasangan batu pondasi pada bagian tengahnya tidak menggunakan adukan,” kata Yato. Disamping itu, tanah kerukan dari lokasi Embung dijual ke masyarakat dengan harga variatif Rp.50-100 ribu.

Sementara Kepala Desa Lebak, Sudarno mengamini apa yang disampaikan oleh warganya, Yato. Dijelaskan, bawha proyek embung ini dibangun di atas lahan milik kas desa (bengkok) seluas dua hektar (2h). Dengan dibangunnya embung tersebut, diharapkan dapat untuk menampung air dari sumber mata air di sekitarnya. Pasalnya saat musim hujan dipastikan terjadi banjir.

Sudarno, bahkan menambahkan, bawha dengan proyek tersebut ada masalah lain. Yaitu soal  ganti rugi jaringan pipa air dari sumber mata air ke rumah warga menjadi rusak akibat proyek itu. Sampai saat ini belum mendapatkan ganti rugi. Akses jalan Desa juga banyak yang mengalami kerusakan akibat untuk lalulintas dumtruk pengangkut material dan tanah kerukan embung.

“Ketika ditanya itu tanggung jawab siapa? Jawabannya menunggu proyek tahap berikutnya selesai,” kata Sudarno. Hal lain, Sudarno memerkirakan bahwa Embung tersebut tidak akan efektif. Menurutnya sumber mata air tidak di atas embung, melainkan di bawah embung tersebut. Sehingga sumber air tidak tertapung pada embung, melainkan tetap akan mengalir. [Bagus]

error: Content is protected !!