Warga Giritontro Bertanya ke Presiden, Ini Jalan Raya Atau Sungai Kering Ya ???

3 101

 

Spanduk yang berisi keluhan JALAN RAYA ATAU SUNGAI KERING
Spanduk ini dipasang di sebelah kanan jalan dari arah Giribelah

infowonogiri.com – GIRITONTRO – Setelah marak spanduk yang bergambar foto mantan penguasa orde baru dengan berbagai kata-kata “piye kabare…isih penak jamanku tho” atau “rego beras saiki piro brow… Isih murah jamanku tho?”.

Hal semacam itu merupakan Ironi yang terjadi saat ini, karena kondisi dan perekonomian yang dirasa lebih sulit dari segala segi kehidupan masyarakat.Sebuah ironi juga terpampang jelas disebuah pinggir jalan, yang berisi sebuah pertanyaan untuk presiden mengenai keadaan jalan. Adapun bunyi spanduk itu ” PAK PRESIDEN MAU TANYA… INI JALA RAYA ATAU SUNGAI KERING YA?“.Foto lengkap klik disini.

Memang terpampang jelas di depan sebuah spanduk itu adalah sebuah jalan Raya Giribelah – Giritontro  yang (konon) diaspal, namun entah apa yang terjadi sehingga jalan beraspal itu sekarang menjadi hamparan pasir dikarenakan aspalnya sudah “nglonthok” (terkelupas).

Yah…tidak salah juga orang yang menuliskan di spanduk itu bertanya, kenyataan yang ada memang perlu ditanyakan. Namun, aksi “spandukisme” yang marak digunakan hanyalah sebagai salah satu media penyampaian aspirasi saja.Hal tersebut dimungkinkan saluran aspirasi yang ada kadang tidak berhasil atau tidak memuaskan, sehingga aksi spandukisme ini terjadi.

Selama ini saluran aspirasi yang dianggap jitu adalah pengajuan proposal kepada anggota-anggota dewan terhormat, atau bahkan lembaga DPRD I, DPRD II atau DPR Pusat telah mengagendakan waktu untuk menyerap aspirasi dari masyarakat, dengan memberikan waktu reses.

Yaitu waktu yang digunakan lembaga DPRD dan DPR untuk menghimpun dan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan di masyarakatnya.Spanduk “ironi” ini ditujukan langsung kepada Presiden, dimungkinkan masyarakat sudah kurang percaya lagi dengan wakil mereka yang duduk di dewan.

Sehingga, masyarakat enggan, malas bahkan tidak percaya lagi dengan kinerja yang mengatasnamakan wakil rakyat ini. Kemudian mereka menginginkan aspirasi langsung ke kepala negara (presiden), dengan harapan segera mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka, atau setidaknya sebagai sindiran bagi wakil rakyat.

Kalau kita cermati bersama, hal ini sebenarnya sangat menohok bagi dinas yang terkait, juga bagi penyelenggara pemerintahan beserta kelengkapannya di wilayah tersebut.

Memang… Sekiranya spanduk itu ditujukan bukan hanya sekedar pertanyaan belaka, tetapi sebagai ironi/sindiran bagi yang merasa. Semoga mereka lebih peka dan bijak dalam menyikapinya. [Agung]

error: Content is protected !!