Trethek Lesung Sekar Mayang

0 67

lesung

infowonogiri.com – JATISRONO – Ada sesuatu yang menarik pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 68 yang digelar di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Adalah Lomba Trethek. Tradisi Trethek sudah jarang ditemui saat ini di Wonogiri.

Trethek, adalah suara yang dihasilkan dari kentongan (bambu) yang dipukul pada waktu ronda malam hari di lingkungan desa atau kampung.Sedangkan Lesung adalah wadah dari balok kayu. Biasanya dibuat dari 1 batang pohon dengan dimensi kurang lebih 60cm x 60cm x 200cm, dibuat lubang memanjang untuk wadah gabah. Pada jaman dulu, sebelum ada Ricemils, masyarakat menggunakan Lesung untuk mengupas padi kering (gabah) dengan cara ditumbuk menggunakan Alu (batang kayu dengan diameter ±10 cm dan panjang ± 150cm).

Biasanya dilakukan bersama oleh ibu ibu menjelang hajatan, sehingga tercipta suara semacam Tretekan/Kotekan. Kotekan lesung juga diadakan ketika terjadi Gerhana bulan. Dalam mitos Jawa, gerhana bulan diartikan bahwa bulan dicaplok (dimakan) buto (raksasa). Sehingga kotekan lesung diadakan supaya bulan dikeluarkan dari mulut raksasa.

lesung2
Trethek Lesung, menkombinasikan antara Trethek Ronda dan Kotekan Lesung. Dengan komposisi 1 orang trethek dengan kentongan, 5 orang kotekan lesung, 1 orang botol galon air mineral (bas) dan penyanyi.

Salah satu grup yang siap melestarikan budaya Lesung ini adalah Sekar Mayang. Tampil perdana dalam acara resepsi HUT Yayasan Soemoharmanto, Minggu 25/08/2013 lalu. Sekar Mayang membawakan dua Langgam Jawa Caping Gunung dan Janda Baru. Di bawah pimpinan Agus Setyo Marhaeno. Sekar Mayang beranggotakan Slamet, Parmi, Hartanto, Suroyo, Setuyaningsih Ariani, Kadimo, Joko Maryanto dan Sulardi, semuanya adalah perangkat kelurahan Jatipurno. Seni Trethek Lesung Sekar Mayang beralamat di Jl. Harjuna 15, Kuryo, jatipurno, telp 0273 411919, 081329420471. (Eka)

error: Content is protected !!