Samikem Dan Siswanti Bertahan Hidup Melawan Kanker Ganas

0 54
Samikem mendapatkan bantuan dari pengurus Bazda Wonogiri. Abdullah Rabbani, Camat Sriyanto, Kades Tarno, dan Maryanto
Samikem mendapatkan bantuan dari pengurus Bazda Wonogiri. Abdullah Rabbani, Camat Sriyanto, Kades Tarno, dan Maryanto

infowonogiri.com – BULUKERTO – Sungguh malang nasib dua wanita ini. Walau terlahir dari orang tua berbeda, hidup di lokasi yang berbeda, namun mengalami nasib yang sama. Keduanya sama-sama menderita kanker ganas. Sama-sama jatuh miskin setelah harta kekayaannya untuk mengobati penyakitnya. Keduanya sama-sama menjalani takdir dengan kondisi apa adanya.

Samikem (57) adalah warga Dusun Soko, RT 02 RW 07 Desa Ngaglik Kecamatan Bulukerto. Kini wajahnya nyaris tak berbentuk wajah manusia. Karena wajahnya gerowong (berlubang) pada daerah hidungnya. Akibat digerogoti virus kanker ganas. Hidung sudah hilang. Di bekas hidungnya menganga luka menahun yang tidak mampu ia obati. Sehari-hari, ia menutupi wajahnya dengan selendang. Karena jika terbuka, semua orang pasti ‘ngeri’ dan ketakutan melihatnya.

Kanker ganas yang telah menghilangkan hidung dan separuh wajahnya itu, telah diderita delapan tahun lebih. Bermula ‘hanya’ karena tahi lalat yang luka. Karena kurang faham dengan kesehatan dan ketiadaan biaya, maka luka yang semula dianggap biasa itu, kini telah merenggut dan menghilangkan hidung dan separuh wajahnya.

Samikem, kini hidup menjanda dengan kedua anaknya. Suaminya telah tiada dipanggil yang Kuasa. Untuk sekedar bertahan hidup, kini sehari-hari ia bekerja dengan membuat empet. Sejenis benda berbahan bambu dan kertas, yang dipakai sebagai bahan terompet. Sawah dan pekarangan miliknya, telah habis terjual untuk berobat.

Dari pekerjaannya membuat empet, dalam sepekan, dari hasil membuat ’empet’ ini, bu Samikem hanya mendapatkan penghasilan bersih sekitar Rp.700 ribu, sebulan.

Sementara Siswanti (42) juga tak kalah menderitanya. Sepuluh tahun sudah, wanita asal Dusun Sambi RT 02 RW 04, Desa Watangsono, Kecamatan Jatisrono ini menahan sakit setiap hari akibat kanker ganas yang hampir mengeluarkan kedua kornea matanya. Kanker yang menyerangnya mengakibatkan kepala dan wajahnya (ma’af) sudah tidak karuan bentuknya.

Siswanti, kini juga hidup menjanda dengan anak semata wayangnya. Tanah pekarangan yang dimilikinya, juga terjual kepada tetangganya untuk biaya berobat. Ia kini menganggur. Karena kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk bekerja. Tak jarang, Siswanti hanya pasrah ketika kanker yang menyerang kepala dan wajahnya tersebut. Sewaktunya sakitnya kambuh, darah segar mengucur deras melalui hidungnya. Tak ada yang bisa dilakukan. Ia hanya pasrah berdoa tampa suara.

Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan kedua wanita malang tersebut, Baitul Mal Wattamil Mitra Mandiri Wongoiri dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonogiri,   Selasa (20/8) menyerahkan bantuan. Masing masing mendapatkan bantuan Rp.2 juta. Bantuan diserahkan oleh Pengawas Baznas Abdullah Rabbani, didampingi Kabag Kesra Pemkab Wonogiri Drs. Maryanto, MM dan Manajer BMT. Mitari Mandiri Suprihatin, SE. didampingi Perangkat Desa dan Camat masing-masing.

“Kami mengetuk hati para dermawan Wonogiri, untuk bersama-sama membantu penderitaan saudara-saudara kita, khususnya dari kalangan dhu’afa (fakir miskin). Kami juga menghimbau kepada Pemkab Wonogiri, agar lebih aktif lagi melakukan penyuluhan dan pembinaan kesehatan kepada masyarakat. Kami meminta menambah usulan pada pos anggaran untuk kepentingan warga miskin”, usul Abdullah Rabbani.

Di sisi lain, Abdullah yang juga anggota Komisi A DPRD Wonogiri ini mengaku prihatin, karena sudah bertahun-tahun, warga yang menderita kanker ganas tersebut belum ‘ditiliki’ oleh wakil-wakilnya di DPRD Wonogiri. “Ada warga yang sakit kayak parah kok belum ada wakil rakyat yang tilik. Semoga para wakil rakyat, yang dekat dengan penderita segera tilik”, begitu ujarnya.

Sementara Camat Bulukerto Drs. Sriyanto, MM dan Camat Jatisrono Drs. Yogi, MM menyampaikan hal yang sama. Kedua warganya tersebut memang benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu. Pemerintah kecamatan sudah membantu, tetapi belum mencukupi.

Sedangkan Kabag Kesra, Maryanto menambahkan bagi donatur yang ingin berpartisipasi, bisa menghubungi Baznas pada nomor 082 133 198 555 atau 081 329 360 001.[Bagus]

error: Content is protected !!