Rikem Perempuan Pengembara Kini Tak Berdaya Digerogoti Kanker Ganas

0 48
Rikem penderita kanker ganas dikunjungi dermawan
Rikem penderita kanker ganas dikunjungi dermawan

infowonogiri.com – PUHPELEM – Namanya Rikem. Umurnya telah mencapai 47 tahun. Rikem tinggal di Dusun Weru RT 04 RW 05 Desa Golo Kecamatan Puhpelem.Sekira 7 tahun sampai 10 tahun yang lalu, Rikem tergolong sebagai perempuan perkasa. Rikem pernah menjadi perempuan pengembara.

Dulu, hampir setiap hari berjalan kaki keliling kota berjualan jamu gendong. Itu ia lakukan di kota kota besar. Namun sekarang Rikem menjadi pengangguran. Bahkan Rikem kini tak lagi berdaya. Tubuhnya semakin renta, akibat menderita sakit parah. Tubuhnya terkena serangan kangker ganas.

Rikem di rumah tinggal bersama suaminya, Sono. Sono adalah buruh serbutan harian lepas. Penghasilannya pas pasan, hanya untuk keperluan makan sehari hari. Sono tidak mampu membiayai berobat istrinya, Rikem. Sudah tujuh tahun Rikem menderita kanker, belum diobati secara maksimal.

Virus kanker yang menyerang Rikem telah menjalar hampir ke separuh tubuhnya. Teritama pada bagian kiri badannya.Pada bagian pundaknya terdapat benjolan daging berisi nanah dan darah. Benjolan itu sebesar sekepalan tangan orang dewasa. Jumlah benjolan itu ada dua benjolan. Menurut ceritanya, dulunya berawal dari benjolan yang ada pada perut sebelah kiri. Waktu itu Rikem mengira benjolan biasa saja. Rikempun mengobati sekadarnya.

Sekarang separuh badan sebelah kiri nyaris sudah tak bisa digerakkan. Sehari-hari, Rikem hanya bisa terbaring di tempat tidur sambil menahan sakit, nyeri dan panas. Kamar tidur Rikem berukuran 2,5 m x 3 m. Di kamarnya hanya ada sebuah kasur lusuh. Satu buah kursi kayu reot. Sebuah tikar yang sudah robek di sana sini. Penerangan lampu ala kadarnya, dan gelap.

Satu-satunya asset tinggal rumah kecil yang ditempatinya. Semua asset yang pernah dimilikinya sudah habis terjual untuk berobat alternative. Kehidupan sehari-hari, banyak menggantungkan dari bantuan tetangga yang berbaik hati. Suami, Sono tidak punya pekerjaan tetap. Karena memang Sono harus menunggu dan merawat istrinya. Anak-anak sudah pada besar, namun tidak diketahui tempat tinggalnya.

Sono menceritakan, istrinya pernah dibawa ke rumah sakit dua kali. “Dulu pernah diantar pak camat PuhPelem. Kedua diantar tetangga, tetangga patungan untuk membayar sewa mobilnya. Hanya itu saja,” katanya.

Mendapatkan informasi tentang keberadaan Rikem, Badan Amil Zakat Kabupaten Wonogiri memberikan bantuan Rp.2 juta untuk Rikem. Bantuan itu diserrahkan pada Minggu (4/8) lalu.

Bantuan diserahkan oleh Kabag Kesra Pemda Wonogiri Maryanto SSos, didampingi Penasehat Bazda Kabupaten Wonogiri Abdullah Robbani dan Suprihatin disaksikan oleh Camat Puh Pelem, Camat Jatisrono Yogik Tribiakto, Camat Wuryantoro Tarjo Harsono dan perangkat Desa setempat. [Bagus]

error: Content is protected !!