Pesta Rakyat Hari Ulang Tahun RI Ke 68 Di Kec.Karangtengah

0 71
PESTA RAKYAT HARI ULANG TAHUN RI KE 68 DI KEC.KARANGTENGAH
PESTA RAKYAT HARI ULANG TAHUN RI KE 68 DI KEC.KARANGTENGAH

infowonogiri.com –  KARANGTENGAH – Bulan Agustus merupakan bulan yang istimewa bagi masyarakat dusun Nampel, desa Purwoharjo khususnya dan masyarakat Kecamatan Karangtengah pada umumnya. Telah menjadi tradisi sejak dulu secara turun temurun, disetiap bulan Agustus peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI selalu diperingati dengan penuh kemeriahaan dengan menggelar pesta rakyat. Seperti hari  Sabtu (17/8) selepas mengikuti Upacara Bendera seluruh lapisan masyarakat kecamatan Karang Tengah tumpah ruah menghadiri acara pesta rakyat yang dipusatndi Pendopo Kecamatan.

Camat Karang Tengah Herdian, SIP, Msi, kepada reporter Portal Berita Wonogiri, mengemukakan bila pesta rakyat seperti ini tiap tahunnya selalu digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun RI secara meriah. Seolah telah menjadi tradisi masyarakat sini, kaum perantaupun baik yang merantau di seluruh kota-kota besar di republik ini maupun yang menjadi TKI/TKW menyempatkan diri untuk pulang kampung, yang belum tentu dihari Lebaran sekalipun mereka pulang. Hal ini perlu kita apresiasikan secara maksimal pula, guna memberi pembelajaran bagi generasi muda tentang perjuangan para pahlawan. Foto-Foto lainya silahkan klik disini.

Santoso (56) yang juga sebagai Kepala Desa Purwoharjo, mengamini apa yang dikemukakan pak Camat, bahkan disalah satu Dusunnya yakni dusun Nampal 70 penduduknya merupakan kaum boro/perantau dan bahkan banyak juga yang menjadi TKI/TKW, dan pada setiap bulan Agustus selalu menyempatkan diri untuk pulang kampung, guna turut memeriahkan peringatan hari ulang tahun RI, yang belum tentu di hari raya Idul Fitri sekalipun dapat pulang kampung. Sebagai puncak serangkaian acara peringatan hari ulang tahun RI kali ini, malam ini digelar pentas Wayang Kulit/Ringgit Purwo semalam suntuk dengan dalang yang kebetulan juga Kepala Desa Purwoharjo sendiri, yakni Bopo Ki Santoso.

Hal ini juga memberi kesempatan dan berkah tersendiri bagi para pedagang yang turut memeriahkan pesta rakyat ini, yang ternyata banyak juga yang berasal dari luar Wonogiri. Achmad Sidiq (30) pedagang dari Nawangan Pacitan, yang berjualan alat-alat pertanian tradisional, seperti Sabit (Arit) dan sejenisnya, merasa mendapat berkah di setiap tahunnya, karena berjualan di pasar tradisional belum tentu seramai ini mas. Heri (32) pedagang mainan anak-anak sependapat dengan mas Achmad.[Djarot]

error: Content is protected !!