Pemerintah Diminta Benahi Krisis Keuangan

0 33

krisis keuangan

infowonogiri.com – SOLO – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi bencana ekonomi terbesar Indonesia. Pasalnya, nilai tukar rupiah yang mencapai Rp11.000 per dolar AS, berimbas pada naiknya harga kebutuhan pokok. Demikian disampaikan Seniman Kota Solo, Bambang Saptono, dalam aksi teatrikalnya bertajuk Pemberian Penghargaan Untuk Pemerintah Indonesia Atas Naikknya Dolar dan Merosotnya Rupiah di depan Bank Indonesia Jl Jenderal Sudirman (Jensud).

Dalam aksinya yang dilakukan mulai pukul 09.00 WIB dengan membawa simbol kedelai. tempe dan tahu itu adalah merupakan dampak meningkatnya harga kebutuhan pokok akibat merosotnya nilai tukar rupiah. Selain itu, juga sebagai bentuk kritikannya terhadap pemerintah Indonesia yang dinilai lamban mengatasi nilai jual rupiah.

“Ini bukan bencana main-main, tapi bencana besar. Karena mau tidak mau harga kebutuhan ikut naik,” tegas Bambang kepada wartawan di sela-sela aksi teatrikalnya.

Ia meminta pemerintah sungguh-sungguh dalam membenahi krisis keuangan yang melanda Bangsa Indonesia. Selama ini pemerintah dinilai hanya mementingkan kepentingan politik, golongan, pangkat dan jabatan. Sehingga kondisi keuangan yang seharusnya menjadi prioritas utama pengawasan nyaris dilupakan. Akibatnya, kebutuhan pokok yang ada di Indonesia, khususnya bahan baku pembuatan tempe dan tahu yakni kedelai mengimpor dari negara lain.

“Otomatiskan, yang menjadi korbannya juga rakyat kecil, pengusaha tempe, atau tahu. Yang semula bisa membeli kedelai dengan harga murah, kini menjadi naik,” jelasnya.

Menurutnya jika krisis keuangan yang seperti saat ini terjadi di Indonesia tidak segera diselesaikan. Maka nilai jual rupiah terhadap dola AS selanjut akan terus mengalami peningkatan. Bahkan, nilai tukar rupiah akan menjadi paling rendah diantara nilai mata uang negara lainnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Subdive III Solo, Edhy Rizwan, mengaku akan meredam harga kedelai di pasaran yang terus naik akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Menurut Edhy, pada September akan mencari pasokan kedelai ke sentra penghasil kedelai di Wonogiri, yakni Pracimantoro, Wuryantoro, Eromoko dan Giriwoyo. Pasalnya, di empat wilayah itu ketersediaan areal tanam kedelai cukup banyak.([email protected])

error: Content is protected !!