Pedagang Mie Ayam Dilarikan Ke RS Akibat Terkena Letusan Petasan

0 59
Ilustrasi Mercon yang disita Polisi
Ilustrasi Mercon yang disita Polisi

infowonogiri.com -SELOGIRI – Malam Romadhon yang ke 29, usai sholat isya’ dan  dilanjutkan tarawih, seperti malam-malam biasa sebagian pemuda dusun Josari, Desa Pare Kecamatan Selogiri, tidak melakukan Tadarusan dan Itiqaf di Masjid.

Sebagian malah asyik nongkrong di perempatan jalan kampung desa tersebut. Sebagian ada asyik menyulut petasan. Sebenarnya warga yang ada di sekitar lokasi tersebut telah memperingatkan, termasuk kalangan orang tua yang sedang asyik minum kopi maupun akan Mie Ayam di Warung  Wakimin di sekitar perempatan tersebut, karena di lokasi tersebut ada Balita.

Namun pemuda Didik Supriyadi (26) pemuda yang bekerja serabutan ( Pengangguran ) yang kebetulan menyulut petasan tak menggubrisnya. Hingga akhirnya petaka itu datang, petasan meletus dan mengenai Dagu/Bibir  Wakimin si penjual Mie Ayam yang rumah sekaligus warungnya di perempatan tersebut.

Parto ( 47) Pedagang toko kelontong  saksi mata yang ditemui Wartawan di lokasi kejadian tadi pagi, “Kami kaget mas beberapa kali petasan meletus di atas ini kok ada yang meletus di bawah, kami berhamburan keluar,” ujar Parno (48) Kadus Josari menimpali kami sangat  terkejut melihat Bp. Wakimin  terjatuh berlumuran darah tatkala Petasan Meletus, dan setelah dicermati ternyata Dagu Bawah sebelah Kiri berlobang, Hampir semua Gigi dan Gusinya rusak/hilang, demikian juga Eko ( 26 ) anak pertama Bp. Wakimin yang saat itu tengah membuatkan Kopi pembeli Warung Mie Ayam Bapaknya.

Saat itu juga korban dilarikan kerumah sakit Dr. SOEDIRAN MANGUNSARKORO, namun dari pihak rumah sakit  Merujuknya ke Rumah Sakit Dr. MOEWARDI  Solo karena parahnaya luka korban. Eko (26) menuturkan tadi malam sesampai RS. Moewardi bapak sempat muntah darah sampai 3 kali mas.

Kronologisnya Didik Supriyadi (26) malam itu sekitar pukul 22.15 WIB di perempatan Jalan Kampung dusun Josari, Pare Selogiri menyulut Petasan, perempatan tersebut ada Toko Kelontong dan Warung Mie Ayam Bakso, setelah beberapa kali letusan dikira Sudah habis hingga moncongnya tak dihadapkan ke atas lagi, hingga akhirnya letusan terakhir mengenai Bp. Wakimin Penjual Mie Ayam yang saat itu Warungnya juga masih Ramai pembeli.

Dari keterangan Warga hal ini tidak dilaporkan ke Pihak Kepolisian karena yang bersangkutan/Pelaku dan Keluarganya akan sanggup untuk membiayai pengobatannya  (djarot)

error: Content is protected !!