Kalau Tidak Ada Angkutan Jemputan, Terpaksa Jalan Kaki Ke Sekolah

0 73

anak sekolah

infowonogiri.com – WONOGIRI – Empat anak-anak ini adalah pelajar kelas VII SMPN 3 Wonogiri. Mereka adalah Riska, Fitri, Dewi dan Sindi. Mereka teman satu kelas VII A. Mereka beralamat di wilayah Gantole. Di sekitar Gantole ada tiga Dusun, yaitu Dusun Kembang, Prampelan dan Suko Gunung. Asal tahu ketiga dusun itu terletak di puncak Gunung di sisi barat Jl Raya Wonogiri-Wuryantoro.

Ketiga Dusun tersebut tidak dilalui kendaraan angkutan umum. Yang ada hanyalah angkutan antar jemput. Memang tidak semua kendaraan “berani” melintasi jalanan tersebut. Sebab medannya menanjak dan sempit jalannya. Mereka, anak-anak tersebut, setiap hari berangkat sekolah dengan naik kendaraan antar jemput. Yaitu mobil Mitsubishi L300 milik Hani Donoharjo.

Setiap hari, kecuali hari libur, mereka berangkat sekolah naik kendaraan angkutan jemputan itu. Ongkosnya Rp.2 sekali naik. Dua kali naik Rp.4 ribu. Yang membikin repot, ketika tidak kebagian tempat. Maka terpaksa naik angkutan umum, turun di Gapura menuju ke Gantole. Selanjutnya, mereka jalan kaki sampai ke rumah. Jarak tempuhnya, dari Gapura Gantole ke rumah mereka masing masing lebih dari 2,5 Km.

“Saya setiap hari bayar Rp.4 ribu, berangkat pulang,” kata Riska. Rizka mengatakan ia setiap hari minimal mendapat uang saku Rp.10 ribu. Selain untuk membayar angkutan, selebihnya untuk uang jajan.[Bagus]

error: Content is protected !!