“GAPLEK” Yang Terlupakan

0 219
Panen Ketela Pohon di Selogiri
Panen Ketela Pohon di Selogiri

infowonogiri.com – SELOGIRI – Mungkin kita tahu bahwa Icon Wonogiri adalah Waduk Gajah Mungkur karena sejarah terbentuknya waduk tersebut serta keindahan panoramanya.

Namun, selain itu Wonogiri juga terkenal dengan  sebutan sebagai Kota Gaplek. Tau kan gaplek? Mungkin kata-kata gaplek sekarang jarang diperdengarkan atau diucapkan. Yah…karena pamor gaplek tidak seperti dulu.

Dahulu gaplek pernah menjadi bahan makanan pokok di desa-desa, sebelum adanya swa sembada beras, bahkan gaplek merupakan komoditas makanan di wilayah Wonogiri, dan Gaplek juga menyimpan sejarah di masa-masa sebelum kemerdekaan.

Gaplek, adalah bahan makanan setengah jadi yang dibuat dari ubi kayu, yang proses pembuatannya memakan waktu berhari-hari.Mulai dari memanen ubi kayu, mengupas kulitnya, mencuci, membelah ubi kayu, kemudian menjemur diterik matahari langsung sampai kering.

Kadang dalam penjemuran gaplek ini tidaklah sempurna,hal ini dikarenakan cauaca yang kurang mendukung (khususnya musim penghujan), sehingga tumbuh jamur-jamur di gaplek tadi. Hal ini malah menjadikan cita rasa gaplek berbeda apabila dibuat makanan yang disebut “gatot” atau “canthel”, yaitu makanan yang terbuat dari gaplek yang dipotong dadu lalu dikukus, kemudian diberi parutan kelapa muda dan gula pasir.

Dari gaplek ini bisa juga dibuat berbagai macam makanan yang cita rasanya khas, selain sebagai bahan tepung tapioka, atau untuk dibuat nasi “thiwul” yang enak rasanya.

Di zaman sekarang ini para pembuat gaplek sudah jarang dijumpai, apalagi di kota-kota, namun di Dusun  Kenangan Desa Gemantar Kecamatan Selogiri , Team Infowonogiri masih dapat dijumpai warga yang membuat gaplek ini.

Sore itu, Senin (19/8), di sebuah pinggir jalan dusun  terlihat Bapak Slamet, Ibu  Tarmi, Marni, dan Mas  Dwi,  sedang membelah ubi kayu hasil ladang mereka, yang akan dijadikan gaplek dengan beralaskan terpal.

Menurut mereka gaplek ini mereka buat supaya ubi kayu ini bisa dijadikan berbagai makanan dan awet untuk waktu yang lama.” Buat gaplek mas… biar awet dan dapat dijadikan makanan nantinya” kata bapak Slamet pada Infowonogiri.

Memang ubi kayu tersebut setelah jadi gaplek akan tahan lama bahkan sampai bertahun-tahun, dan apabila sewaktu-waktu mau diolah masih dapat digunakan sebagai bahan olahan makanan.Mungkin nama gaplek tidak se”mashyur” dahulu, bahkan terkesan sangat kuno dan tidak bonafid dibandingkan berbagai bahan makanan yang instant saat ini.

Namun gaplek tetap menjadi andalan bahan makanan pada saat-saat tertentu, bahkan gaplek sudah menjadi sebuah identitas sebuah kabupaten, yaitu Kabupaten Wonogiri. Sepantasnya kita bangga dengan kata GAPLEK. (Agung)

error: Content is protected !!