Duh…..Supriyono Empat Tahun “Dikrangkeng”

0 67
Supriyono
Supriyono

infowonogiri.com – SELOGIRI – Supriyono (35th) seorang warga Dusun Ringinanom Rt.02 Rw. 03  Desa Jaten Kecamatan Selogiri terlihat berbicara sendiri.

Memang anak ke-5 pasangan  Darmowiyono (alm) dengan Sainem (76th) ini sudah terganggu jiwanya sejak 7 tahun silam. Namun penyakit jiwa Supri (pangilan akrabnya) tak kunjung sembuh jua. Bahkan sekira 5 tahun silam penyakit jiwa  Supri semakin menjadi.

Hal ini terjadi ketika Supri berhasil “melarikan diri” dari tempat pengobatannya di Rembang. Menurut kisah dari Ibu Supri (Sainem) bahwa Supri sebelumnya telah beberapa kali mejalani perawatan di berbagai rumah sakit jiwa, diantaranya pernah 3 kali dirawat di RSJ Mangunjayan Jebres Solo, dan di RSJ daerah Rembang sebanyak 2 kali.

Namun waktu perawatan yang ke-2 di Rembang itu Supri berhasil melarikan diri.  “Gak tau mas gimana ceritanya…tau-tau nongol dirumah, padahal kan Rembang sini jauh” ungkap Ibu Supri pada INFOWONOGIRI.

Asal mula Supri di”krangkeng” menurut tetangganya, Yakin (55th) waktu sehabis melarikan dari perawatan di Rembang ulah Supri semakin menjadi, dia mengamuk dengan memecah semua kaca yang ada di rumah ibunya dan tetangganya.

Ulah Supri tidak hanya sampai disitu, bahkan dia membakar Sofa yang ada didalam rumah ibunya dan mengunci semua pintu rumah tersebut. Dan dia juga  membakar sofa dirumah kakaknya, Tentrem  yang berada di samping rumah ibunya.

” Wah kumatnya Supri kali ini parah banget mas, dia ngamuk mecahin kaca jendela rumah ibu dan tetangganya. Belum lagi dia membakar sofa dalam rumah itu dengan semua pintu dikunci” ujar Yakin pada INFOWONOGIRI.

Bahkan menurut beberapa tetangganya kalau Supri kumat sering mencekik ibunya apabila berpapasan.

Dengan adanya kejadian yang dianggap mencemaskan itu warga Dusun Ringinanom mengambil inisiatif untuk “mengandangkan” Supri supaya tidak mengamuk dan merusak lagi.

Rumah krangkeng yang ditempati Supri berukuran sekira 3×3 meter yang terbuat dari besi, bahkan mirip penjara. Selain “dikrangkeng” kaki sebelah kanan Supri juga dirantai.

Menurut kakak ipar Supri, Triyatno mengatakan ” krangkeng dari besi ini saja pernah dijebol mas, ini bekas saya las baru (sambil menunjukkan bekas las yang baru), makanya saya rantai kakinya “jagani” kalau-kalu njebol kan masih ada rantainya” ujarnya .

Menurut Ibunya, bahwa Supri adalah anak ke 5 dari 9 saudara, begitu juga dengan  anak ibu Sainem yang ke 3, Bejo (50) juga mengalami gangguan jiwa. Tetapi Bejo lebih “manut” dia gak pernah mengamuk hanya saja Bejo suka mengumpulkan sampah untuk dibawa pulang serta tidak mau memakai pakaian bersih.

Menurut pantauan infosoloraya keadaan Supri dan Bejo cukup memprihatinkan. Bahkan Supri sebelumnya pernah berumah tangga dengan seorang perempuan dari Situbondo  bernama Lailia dan dikaruniai dua orang anak.

Bahkan anak pertama pasangan Supri dan Lailia kini telah menginjak kelas 1 SMA di Situbondo. Anak pertama pasangan ini diberi nama Azka Yasid Fidaus (14th), dan yang kedua Jiyadi Okotia Firdaus (12th).

Sebenarnya Supri telah beberapa kali dibantu oleh dinas Sosial maupun pemerintah desa setempat dalam hal pengobatannya, tetapi dia selalu kabur dalam menjalani perawatannya.

Dengan kondisi kaburnya Supri itu, kini keluarga lebih memilih untuk “memenjarakan” dan merawat Supri sendiri, walaupun tawaran dari berbagai pihak untuk perawatan Supri terus berdatangan. [Agung]

error: Content is protected !!