Duh…Suami Istri Tertangkap Jualan Daging Babi dan Daging Sapi

0 45
Pemusnahan BB daging babi dan  sapi
Pemusnahan BB daging babi dan sapi

infowonogiri.com – BATURETNO – Nama pelaku Karsiyem (47) islam pekerjaan pedagang, suami Suroyo (63) dan Heri Susanto ketiganya alamat Desa Mandeyan RT 02 RW 01 Kecamatan Giritontro Wonogiri. Tertangkap pada Rabu (31/7) pukul 04.00 WIB di Jl Raya Watugung Baturetno.

Penangkapan dilakukan oleh Kasatintelkam Polres Wonogiri satu unit mobil KBM Strada Pick Up AD 1896 XX warna putih, dikemudikan oleh Suroyo. Hasil pemeriksaan, mobil tersebut memuat dua ember daging sapi dan 1 ember daging babi kikil, paru balung, otak, bakso sayur, lidah sapi, dan gajih masing masing 1 kresek, tepung gandum 20kg dan 1 plastik daging babi 10 kg dan daging sabi super 10 kg.

Karena diduga kuat daging babi dan daging sapi akan dijual dengan dicampur dengan daging babi, maka saudara Suroyo berikut dengan istrinya yang bernama Karsiyem dan karyawannya Heri Susanto berserta barang bukti diamankan ke Mapolres Wonogiri.

Untuk lebih lanjut apakah pekara tersebut melanggar atau tidak, maka para pelaku diinterigasi lebih dalam di Satreskrim Polres Wonogiri. Setelah pihak kepolisian melakukan identifikasi dan mengundang kantor dinas terkait Pemda Wonogiri, maka barng bukti tersebut dimusnahkan.

Pemusnahan dilakukan di pekarangan sisi selatan kantor Mapolres Wonogiri dengan cara dibakar lalu ditimbun. “Saya tidak kuat baunya. Hampir saja saya muntah muntah,” ujar Kapolres. Barang bukti tersebut memang menimbulkan bau menyengat. Disebabkan BB tersebut telah membusuk karena tidak  mendapatkan perlakuan husus.

Pihak kepolisian telah mengirim beberapa sampel daging sapi dan babi serta daging yang telah digiling, guna kepentingan pendalaman kasus ini. Harapannya akan diketahui, apakah kedua daging berbeda jenis itu telah dicampur. “Kita kirim ke laboratorium,” aku Tanti.

Polisi kini telah menyiapkan UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Jika terbukti benar maka perbuatan ketiga pelaku melanggar pasal 62 dan 63 UU tersebut. “Sejauh ini  belum ada korban atau pembeli yang melaporkan. Sebab syarat terpenuhinya pelanggaran UU tersebut harus ada yang melapor,” kata Kapolres.

Polisi juga menyiapkan UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, yakni pasal 138 hingga pasal 144. UU ini mengatur barang makanan dan minuman yang diproduksi dengan kemasan berkaitan dengan ijin edar, standar kemanan dan mutu. Dan UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Yaitu pasal 111 ayat ke 6. Makanan dan minuman yang tidak memenuhi ketentutan stadar persyaratan kesehatan dan atau membahayakan kesehatan dilarang untuk diedarkan, dan ditarik dari peredaran, dicabut izin edar dan disita untuk dimusnahkan.[Bagus]

error: Content is protected !!