Wonogiri Ini Daerah Petani , Tetapi Mengapa Lombok dan Sayuran Saja Beli

2 140

petro bio

infowonogiri.com – SIDOHARJO – -Sebagian besar jumlah penduduk Kabupaten Wonogiri adalah petani. Petani yang tinggal di desa desa. Sebagian petani memiliki lahan pertanian. Bahkan rumah mereka memiliki halaman yang lebih luas, jika dibandingkan dengan penduduk yang tinggal di perkotaan. Namun ada sesuatu yang perlu dipertanyakan terhadap kebiasaan masyarakat Wonogiri.

“Wonogiri ini daerah petani tetapi mengapa lombok dan sayuran saja beli. Kenapa mereka tidak menanam lombok sendiri? Menanam kangkung sendiri? Menanam timun dan sayuran lainnya sendiri? Kalau menanam sendiri kan tinggal beli garam dan micinnya saja. Karena kita gak bisa bikin garam, jauh dari laut, dan belum bisa bikin micin,” ujar Suparno penduduk warga Dusun Semin Desa Widoro Kecamatan Sidoharjo.

Suparno sering mengamati hampir sebagian besar kebiasaan tetangga sekitarnya setiap pagi belanja sayur mayur. Padahal mereka memiliki halaman rumah yang luas. Di dekat halaman rumahnya juga terdapat pekarangan yang luas. Bahkan, terdapat banyak pula lahan tidur yang tidak atau belum dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian.

Oleh karena itu, Suparno mengingatkan kesadaran petani untuk kembali memanfaatkan lahan pertaniannya secara maksimal. Tidak hanya sekedar mengingatkan, bahkan secara jujur Suparno ingin mengajak dan memompa semangat tetangga yang bertempat tinggal di Dusun Semin Desa Widoro dan tetangga Desa lain di wilayah Kecamatan Sidoharjo.

“Saya tidak hanya sekedar omong. Saya akan memberikan contoh kepada para tetangga saya, mereka akan saya ajak kembali menanam sayur mayur. Saya sedang menyiapkan pupuk organik yang bisa digunakan untuk memumpuk segala macam tanaman dan sayura sayuran. Benihnya pun Insya Allah akan saya siapkan,” ujar Suparno, Senin (1/7) kemarin.

Sehingga suatu saat nanti, Suparno tidak ingin melihat petani di Wonogiri belanja sayur setiap hari. “Bayangkan mereka membeli sayur tiap hari kepada pedagang sayur keliling. Saya tanya rata rata mereka belanja Rp.5-Rp.10 ribu,” ujarnya. Ke depan Suparno ingin menyaksikan petani kita panen sayuran dari halaman rumah atau pekarangan mereka sendiri. Maka jadilah petani Wonogiri yang mandiri, kreatif dan produktif.

Dalam rangka menuju cita cita desa petani yang mandiri, Suparno kini telah menyiapkan lahan untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian. Suparno telah membangun gedung di Desa Widoro Kecamatan Sidoharjo. Saat ini, Suparno telah menyediakan pupuk organik Petro Bio. Pupuk ini berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah secara alami (biologi).

Harapannya ke depan petani di Desa Widoro dan sekitarnya (lebih luas lagi di Wonogiri) tidak lagi menggunakan pupuk kimia. Sebab pupuk kimia menurunkan dan merusak kesuburan tanah. Selain itu bahan makanan yang mengandung bahan kimia mengancam keselamatan jiwa manusia. Di sisi lain, lahan pekarangan yang tidak tergarap (tidur) maka tidak terjadi perkembangan mikorba di dalam tanah.

Dengan pupuk organik yang disediakan yakni Petro Bio, maka kesuburan tanah akan tetap stabil dan cenderung semakin subur. Karena struktur tanah mengalami perbaikan secara fisik, kimia maupun bilogis. “Kami ingin konsentrasi menyelamatkan bumi (lahan pertanian) yang mulai rusak akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Saya sadar itu membutuhkan tenaga biaya dan waktu yang lama. Kalau tidak mulai sekarang kapan? Sekaranglah saatnya,” akunya.

Suparno kini juga tengah menyiapkan industri air mineral yang dibangun di Dusun Kebyuk Kidul RT 01 RW 04 Desa Tempursari Kecamatan Sidoharjo. Di sana Suparno bersama masyarakat setempat, memporduksi air mineral yang dinamai Life On. Air mineral dalam kemasan gelas, botol dan galon. Life On ini tergolong sebagai air murni yang mengandung oksigen tinggi.

Usaha tersebut (Petro Bio maupun Life On) semata mata untuk kepentingan masyarakat sekitar. Bukan untuk kepentingan Suparno seorang. Suparno ingin mengajak gaya hidup sehat penduduk setempat. Secara lebih luas ia mengajak juga masyarakat Sidoharjo dan Wonogiri pada umumnya. Suparno juga berkeinginan membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda dan pemudi di sana.

Usaha itu ia modali sendiri tampa melibatkan pemerintah secara langsung. Suparno justru ingin membantu pemerintah Kabupaten Wonogiri. Bidang usaha lain yang telah berjalan dua tahun adalah batik tulis Parnaraya. Memilih tempat di Dusun Semin Desa Widoro Kecamatan Sidoharjo. Suparno kini juga sedang merintis usaha handycraf. Baik berbahan kain maupun berbahan kayu-kayuan.[Bagus]

error: Content is protected !!