Tradisi Sadranan Di Bulan Ruwah

0 79

wonogiri

infowonogiri.com – WONOGIRI – Bulan Ruwah seperti saat ini telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Jawa untuk melaksanakan Tradisi Sadranan ( Ziarah Kubur ) untuk mendoakan arwah Leluhur, memohonkan pengampunan pada Sang Khaliq ( Walau pada Hakekatnya mendoakan dapat dilakukan dimana saja).

Namun demikian Tradisi Sadranan seperti ini telah menjadi tradisi ang turun temurun dilakukan. Demikian pula pada bulan Ruwah seperti saat ini Kerabat-kerabat yang Merantau pun selalu menyempatkan Mudik pulang kampung untuk melakukan Ziarah kubur sebelum memasuki bulan Rhamadan/Puasa.

Di Wonogiri sendiri tradisi Sadranan dilaksanakan sedikit berbeda dengan daerah lain (misal Kab. Klaten dan Boyolali). Kenduri sebagai rangkaian prosesisi sadranan dilaksanakan dirumah dengan mengundang tetangga-tetangga dekat, untuk selanjutnya melaksanakan Ziarah Kubur. Kenduri dilakukan sebagai bentuk rasa Syukur pada Sang Khaliq atas segala nikmat yang dilimpahkan, sedang Ziarah kubur mengandung maksud agar kita selalu ingat akan kematian yang juga akan kita terima. Dalam prosesi Kenduri biasanya pula selalu diawali dengan pembacaan Surat Yhassin danTahlil.

Seperti juga yang dilakukan dan diutarakan Keluarga Ibu Nunuk ( 44) disela-sela pelaksanaan Ziarah kubur, pada bulan Ruwah seperti ini Pemakaman selalu ramai dikunjungi sanak keluarga untuk melaksanakan ziarah kubur, baik itu keluarga yang masih tinggaldi Wonogiri maupun yang merantau, dapat dilihat dari plat-plat nomor mobil luar daerah termasuk plat nomor Jakarta.

Demikian pula Bp.Kaiman ( 56 ) petugas kebersihan Makam Astono Loyo, mengutarakan dibulan Ruwah seperti saat ini tamu-tamu Peziarah terlihat ramai, juga membawa berkah tersendiri karena taksedikit pula para peziarah memberi uang tips khususnya dan kebanyakan peziarah dari luar daerah.[Djarot]

error: Content is protected !!